Pembinaan Mental Spiritual Sesuai dengan Nilai-Nilai Paskah Ditjen Bimas Kristen Dan Jajarannya Di Yogyakarya PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 19 May 2017 11:25

Yogyakarta, DBK - Ditjen Bimas Kristen mengadakan kegiatan Pembinaan Mental Spiritual Sesuai dengan Nilai-Nilai Paskah Ditjen Bimas Kristen Dan Jajarannya Di Yogyakarya. Kegiatan ini dihadiri seluruh pejabat dan staf pelaksana Bimas Kristen Pusat serta  beberapa pegawai dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan terbinanya sikap mental pegawai Ditjen Bimas Kristen untuk memiliki sikap hidup bertoleransi dan kerukunan dalam memgemban tugas dan tanggungjawab sebagai aparatur negara dan sebagai pelayan di bidang agama kepada masyarakat/umat Kristian. Kegiatan yang berlangsung di Sahid Rich Hotel dari tanggal 18 s/d 20 Mei 2017 ini dibuka oleh Plt. Dirjen Bimas Kristen, Abdurrahman Mas'ud didampingi Direktur Urusan Agama, Andar Gultom dan Pembimas Kristen Propinsi Yogyakarta, Petrus Marija.

 

Dalam sambutannya, Plt. Dirjen merasa bersyukur bisa mendampingi seluruh pejabat dan staf pelaksana Ditjen Bimas Kristen lebih kurang selama 10 bulan ini. Beliau juga minta maaf jikalau dalam mendampingi ada kekurangan. Kepada peserta beliau menagatakan bahwa kita sebagai umat beragama di Indonesia kita didesain untuk taat beragama. Pada zaman sekarang to be religious adalah identik dengan to be pluralistic, to be multicultural. Jadi sekarang orang beragama adalah orang yang mengakui yang lain, yang tidak sendirian di planet bumi ini, menghargai yang lain sebagai bagian dari global citizen yang bukan saja warga Indonesia tapi warga dunia.

Beliau juga berpesan melalui perayaan Paskah kita jangan lupa menunjukkan keteladanan. Nilai-nilai keteladanan menjadi sangat penting. Kalau ada komunitas kurang ideal maka pasti yang dilihat adalah pimpinannya. Masyarakat atau umat akan memperoleh pemimpin yang layak. Maka kita harus menjauhkan dari hal-hal yang tidak ideal. Harus dimulai dari diri kita, kemudian lingkungan yang terdekat dari kita. No evil is greater than indifference to evil it self, tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada kita abai terhadap kejahatan itu sendiri. Kalau ada kesalahan kita harus koreksi, kalau ada yang tidak benar kita cari solusi yang terbaik sesuai dengan standar aturan yang ada.

Perayaan Paskah tahun ini hendaknya untuk menjadi titik tolak  untuk lebih meningkatkan keadilan social dan kesadaran nasional umat Kristiani di negeri tercinta ini. Bangunlah kualitas diri agar kita dipercaya oleh orang lain. Kembangkan rasa toleransi sebesar-besarnya agar keharmonisan di antara kita sebagai bangsa yang majemuk akan selalu terpelihara dengan baik serta menjunjung tinggi keutuhanan NKRI melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

Last Updated on Tuesday, 23 May 2017 11:37