Menag Membuka Seminar Sehari Implementasi Nilai-nilai Pancasila PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 02 June 2017 00:00

Jakarta, DBK - Ditjen Bimas Kristen mengadakan kegiatan Seminar Sehari Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Memantapkan Kerukunan Umat Beragama tanggal 31 Mei 2017 di Hotel Lumire Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam  rangka menyambut Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2017 ini. Kegiatan ini dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.  Seminar ini diikuti 120 peserta dari Persekutuan Gerejawi Aras Nasional, Pimpinan Sinode dan Pimpinan Gereja, Ketua STT, Kepala SMTK yang ada di Jakarta dan aparatur (ASN) Ditjen Bimas Kristen Pusat.

Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Pontus Sitorus mengatakan bahwa Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama adalah sebagai lembaga yang ikut bertanggungjawab dalam menegakkan dan memperkuat Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara khususnya di tengah-tengah umat Kristen, harus berada di garda paling depan dalam menegakkan dan memperkuat Pancasila sebagai ideologi dan dasar NKRI. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengadakan seminar sehari ini. Beliau juga menyampaikan tujuan seminar ini adalah sebagai upaya memberikan pemahaman atau setidaknya mengingatkan kita semua bahwa Pancasila tidak boleh diganti dengan idiologi apapun yang menjadi dasar NKRI. Tujuan yang kedua adalah untuk memberikan kesadaran kepada kita semua bahwa Pancasila telah teruji dan terbukti mampu mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sangat majemuk ini.

Sementara itu dalam sambutannya Menag mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia patut bersyukur memiliki Pancasila karena para pendiri bangsa telah menciptakan Pancasila sebagai permersatu bangsa Indonesia yang beragam. Bung Karno menggali Pancasila dari bumi Nusantara yang keseharian kehidupan masyarakatnya tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai agama. Apapun etnisnya, mulai dari Aceh, Batak, Melayu, Minang, Sunda, Jawa, Bugis, Minahasa, Ambon, Bali, dan Papua; semuanya sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia lahir, kehidupan masyarakat bumi pertiwi sarat ritual keagamaan. Religiusitas begitu kental pada masyarakat ini. Maka ketika Bung Karno menggali Pancasila, pastilah yang ditemukan adalah nilai-nilai agama itu sendiri. Menag mengajak masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila yang juga bersumber dari ajaran agama. Setiap umat beragama wajib ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama juga mengajarkan umatnya untuk menjunjung nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan menciptakan keadilan sosial.

Last Updated on Monday, 12 June 2017 10:52