DIrjen Membuka Sinode Besar GPI Ke-68 PDF Print E-mail
Written by Tri Prasetya N   
Monday, 27 June 2016 11:19

Pematangsiantar,DBK - Puji Tuhan! Haleluya! Dengan suasana penuh sukacita Dirjen Bimas Kristen membuka acara sinode besar ke 68 Gereja Pentakosta Indonesia yang dilaksanakan di Gereja Pentakosta di Jalan Pangaribuan Pematangsiantar tanggal 24 Juni 2016. Pertemuan Sinode Besar ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 orang hamba Tuhan yang tergabung dalam Sinode Gereja Pentakosta Indonesia. Tema sinode besar kali ini adalah "Menyatakan Hormat dan Kemuliaan bagi Raja Segala Zaman" dengan sub tema "Bersama Yesus, Tuhan Segala Zaman, Gereja Harus Kuat Menelusuri Ruang dan Waktu." Acara ini berlangsung sampai dengan hari Minggu, 26 Juni 2016.

Dalam sambutannya Dirjen Bimas Kristen mengingatkan agar gereja harus terus mengawasi pengajarannya. Terutama di jaman postmodern dimana relativisme menjadi ukuran utama. Ketika nilai-nilai menjadi semakin longgar dan masyarakat cenderung permisif atas nilai-nilai negatif maka sudah menjadi tugas dan panggilan Gereja untuk menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga umat agar tidak terjerumus kepada pengajaran yang salah. Tugas dan panggilan Gereja dapat terlaksana dengan baik apabila ada kesatuan hati diantara para pelayan. Perbedaan bukanlah untuk memisahkan kita, namun diharapkan bisa mempererat rasa kebersamaan ditengah-tengah gereja dan dunia. Gereja lahir dari pengorbanan Kristus, untuk itu gereja harus menjadi garam dan terang dunia.

Dalam sambutannya Dirjen Bimas Kristen mengingatkan agar gereja harus terus mengawasi pengajarannya. Terutama di jaman postmodern dimana relativisme menjadi ukuran utama. Ketika nilai-nilai menjadi semakin longgar dan masyarakat cenderung permisif atas nilai-nilai negatif maka sudah menjadi tugas dan panggilan Gereja untuk menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga umat agar tidak terjerumus kepada pengajaran yang salah. Tugas dan panggilan Gereja dapat terlaksana dengan baik apabila ada kesatuan hati diantara para pelayan. Perbedaan bukanlah untuk memisahkan kita, namun diharapkan bisa mempererat rasa kebersamaan ditengah-tengah gereja dan dunia. Gereja lahir dari pengorbanan Kristus, untuk itu gereja harus menjadi garam dan terang dunia.

Last Updated on Tuesday, 28 June 2016 11:46