Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

TOTAL PENGAKSES

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini119
mod_vvisit_counterHari Kemarin314
mod_vvisit_counterMinggu Ini119
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin2923
mod_vvisit_counterBulan Ini9497
mod_vvisit_counterBulan Kemarin18570
mod_vvisit_counterTotal Pengakses1235059

Konsultasi Peningkatan Kemitraan Dalam Suasana Kerukunan dan Toleransi Umat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 24 November 2016 12:30

WAKATOBI, DBK – Pada tanggal 23 Nopember 2016 bertempat di Patuno Hotel Wakatobi, Direktur Urusan Agama Kristen, Andar Gultom mewakili Plt. Dirjen Bimas Kristen membuka kegiatan Konsultasi Peningkatan Kemitraan Dalam Suasana Kerukunan dan Toleransi Umat se Indonesia Wilayah Tengah di Wakatobi (Merekat pada Bidang Budaya Keagamaan). Kegiatan yang berlangsung  dari tanggal 23 s/d 26 Nopember 2016 ini dihadiri Pembimas Kristen dan para pendeta dari Indonesia Wilayah Tengah. Pertemuan ini bertujuan untuk membina dan membangunkemitraan dalam pengembangan budaya keagamaan kristen; meningkatkan peranan gereja akan kesadaran umat menghadapi tantangan budaya masa kini; serta meningkatkan komunikasi, relasi pada masyarakat yang majemuk.

Dalam sambutannya Direktur Urusan Agama mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memikirkan, merumuskan, merancang suatu pedoman pembinaan umat dalam rangka penanaman nilai-nilai Kristen untuk mewujudkan  suasana rukun dan toleran di dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai hamba Tuhan. Dan berupaya secara konkrit meningkatkan pelayanan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang damai, toleran dan rukun.

Direktur Urusan Agama juga menekankan kepada pentingnya pelayanan dalam hal diakonia dalam Tri Tugas Gereja. Gereja didorong untuk memberikan bantuan beasiswa pendidikan, kesehatan dan advokasi masyarakat serta pelayanan nyata lainnya.  “Bukankah ketika kita melakukan pelayan diakonia itu kita sudah bermarturia?” ujar beliau. Itu menjadi kesaksian yang jelas. “Melalui diakonia di situ pasti ada koinonia, justru di situlah persekutuan dan kerukunan yang lebih komperehensip” tegas beliau.

Last Updated on Thursday, 24 November 2016 13:02