Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

TOTAL PENGAKSES

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini118
mod_vvisit_counterHari Kemarin314
mod_vvisit_counterMinggu Ini118
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin2923
mod_vvisit_counterBulan Ini9496
mod_vvisit_counterBulan Kemarin18570
mod_vvisit_counterTotal Pengakses1235058

Workshop Peta Proses Bisnis Ditjen Bimas Kristen PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 01 December 2016 20:10

BOGOR, DBK - Plt. Dirjen Bimas Kristen, Abdurrahman Mas'ud membuka kegiatan Workshop Peta Proses Bisnis di Lingkungan DItjen Bimas Kristen dan Jajarannya di Bogor. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 1 s/d 3 Desember 2016 ini berlangsung di Hotel New Ayuda, Cipayung, Bogor. Perserta kegiatan terdiri dari pejabat eselon II, III, IV dan JFU pada DItjen Bimas Kristen sebanyak 70 ora ng, STAKN/STAKPN sebanyak 7 orang dan dari Jawa Barat 4 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mekanisme penyusunan dan penetapan peta Bisnis Proses Ditjen Bimas Kristen sehingga mampu melaksanakan dengan benar.

 

Dalam sambutannya Plt Dirjen mengapresiasi acara ini karena hubungannya dengan reformasi birokrasi dan pelayanan yang prima. Karena sekarang paradigmanya sudah berubah kalau dulu pemerintah itu dilayani, maka sekarang pemerintah adalah melayani. Kalau dulu selalu top down, maka sekarang adalah bottom up. Sesungguhnya untuk melahirkan clean goverment dalam konteks reformasi birokrasi, sudah menjadi kesepakatan dunia sejak tahun 1997, sehingga kita melanjutkan saja, melakukan tren yang harus kita kawal bersama. Tentunya bagaimana kita menghindari, berupaya sedemikian rupa tidak ada korupsi, tidak ada sogokan, dan merupakan bagian dari lima budaya kerja.

Belia juga memberi kesaksian bahwa semenjak beliau menjadi PNS sampai menjadi pejabat eselon I, satu rupiahpun beliau tidak pernah nyogok. Itu bagian dari keteladan, minimal kita menjadi teladan bagi diri kita. Tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada abai terhadap kejahatan itu sendiri. Oleh karena itu kita harus bersyukur memiliki amanah sebagai pejabat fungsional, karena semua pejabat itu sama tapi esensinya adalah sebagai pelayanan, pengabdian serta komitmen terhadap tugas utamanya.

Plt Dirjen berharap workshop ini menghasilkan rumusan-rumusan yang penting yang bisa difollow up lagi, yang akan memperkuat lembaga kita yang lebih berkualitas, pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas dan berkualitas. Ini adalah tugas negara dan juga menjadi tugas bagi kita semua.

Last Updated on Friday, 02 December 2016 14:29