Presiden Jokowi Hadiri Natal Nasional di Tondano PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 December 2016 09:12

TONDANO, DBK - Presiden RI, Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi menghadiri puncak Natal Nasional 2016 di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Kelurahan Sasaran, Tondano Utara, Minahasa, Sulawesi Utara. Kedatangan Presiden RI ke-7 itu disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat Tondano, terbukti sepanjang jalan menuju tempat perayaan Natal di Tondano mereka berdiri menunggu kedatangan Jokowi.

Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan pesan sukacita, "Dalam pesan Natal bersama ini dengan penuh sukacita, mari kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena gembala umat mengingatkan kita semua untuk memperkuat persaudaraan dan cinta anak bangsa. Torang samua basudara."

"Kita juga diajak kembali untuk menghayati nilai-nilai perdamaian yang sejati. Perdamaian dalam keluarga besar bangsa Indonesia. Perdamaian yang lahir apabila kita menghayati Pancasila, apabila kita mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Perdamaian sejati dan kecintaan pada bangsa itulah artikulasi nilai-nilai spiritualitas Natal. Kita semua dipanggil untuk mewujudkan iman lewat perbuatan yang nyata bagi sesama, bagi negara, bagi bangsa Indonesia," lanjut beliau.

Jokowi mengajak untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong untuk membangun Indonesia , untuk menjadikan Indonesia bangsa yang maju, penuh sukacita, berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Beliau juga mengingatkan bahwa kita semua dipanggil untuk membuka hati pada pesan keselamatan agar kita mencintai perdamaian, memeluk yang kecil, memeluk yang lemah dan, agar kita memeluk yang miskin.

"Kita bersyukur bahwa kita merayakan Natal dalam keluarga besar bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam agama, bermacam-macam suku, bermacam-bermacam tradisi, dan bermacam-macam latar belakang politik namun tetap disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, sebagai warisan asli Nusantara, spirit Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dijaga dan dirawat bersama-sama. Dan kita tidak boleh lupa pada Tuhan yang memberi jalan terang," ujar beliau.

Merayakan Natal berarti menggerakkan nurani kita untuk mencintai sesama, untuk memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa. Karena itu Jokowi berharap, "Karena kita saudara, marilah kita saling tolong menolong, marilah kita saling bantu membantu di antara kita, marilah kita saling hormat menghormati di antara kita, marilah kita saling menghargai, harga-menghargai di antara kita, marilah kita saling melindungi di antara kita, marilah kita saling mengayomi di antara kita. Karena kita sebetulnya adalah saudara, saudara sebangsa dan saudara se-Tanah Air. Jangan lupakan itu."

Jokowi mengingatkan supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan bangsa, "Dan janganlah kita karena kita adalah saudara sebangsa dan se-tanah air, hentikan dan janganlah hati kita saling mencela, janganlah lagi kita saling menjelek-jelekkan di antara kita, janganlah lagi kita saling mencaci maki di antara kita. Karena itu bukan tradisi dan budaya Indonesia. Apalagi, sampai memfitnah saudara sendiri. Sekali lagi kita adalah saudara, sebangsa dan tanah air. Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, kita harus menjadi bangsa yang optimistis, kita harus menjadi  bangsa pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif."

Jokowi juga berpesan bahwa Natal harus membawa perubahan sikap yang mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Karena persaingan global, karena kompetisi global yang semakin sengit antar negara. "Dibutuhkan insan Indonesia yang mau bekerja keras, mandiri, berjiwa merdeka, jujur, adil, dan cinta sesama. Musuh kita sebenarnya adalah kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan juga korupsi. Itulah musuh kita sebenarnya," ujar beliau.

"Karena urusan Indonesia yang lebih jujur, Indonesia yang lebih adil, Indonesia yang lebih sejahtera adalah tugas hidup umat Kristiani di Indonesia, " lanjut Jokowi.

Di akhir sambutan, Jokowi  menyampaikan ucapannya, "Selamat Hari Natal Tahun 2016 bagi seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, dan Selamat Tahun Baru 2017."

Acara Natal Nasional Tahun 2016 ini juga dihadiri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan duta-duta besar negara sahabat. (TP)

Last Updated on Thursday, 29 December 2016 12:16