Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

TOTAL PENGAKSES

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini209
mod_vvisit_counterHari Kemarin431
mod_vvisit_counterMinggu Ini640
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin2437
mod_vvisit_counterBulan Ini10182
mod_vvisit_counterBulan Kemarin11136
mod_vvisit_counterTotal Pengakses1189244

Dirjen Bimas Kristen Menghadiri Wisuda STTII Jakarta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 07 August 2017 14:15

Pada hari Sabtu, tanggal 5 Agustus 2017, Direktur Jenderal Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si menghadiri acara wisuda Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Jakarta yang bertempat di Hotel Mega Anggrek, Jakarta.  Acara ini merupakan event pertama yang dihadiri oleh beliau selaku Direktur Jenderal Bimas Kristen yang baru.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Beliau mengawalinya dengan mengajak seluruh undangan untuk mengenang salah satu wisudawati terbaik yang telah menamatkan pendidikannya namun tidak sempat untuk merayakan hari wisudanya dikarenakan wisudawati tersebut telah meninggal dunia.

Direktur Jenderal Bimas Kristen mengingatkan, bahwa walau ada tuntutan untuk menempatkan pendidikan Kristen di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, namun sebenarnya itu bukan suatu masalah besar yang harus diperdebatkan. Yang terpenting adalah kualitas para lulusan Sekolah Tinggi kita tidak boleh kalah dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya.  Pendidikan Kristen harus bisa meluluskan orang-orang yang mempunyai karakter yang baik, lulusan yang mampu membangun karakter manusia lainnya.

 

Yayasan Pendidikan Kristen juga harus mampu untuk mengatasi masalah-masalah di dalam dunia pendidikan. Ada pun permasalahan pertama yang ada di dalam bidang pendidikan adalah akses pendidikan.  Dalam hal ini, Direktur Jenderal mengucapkan terima kasih bahwa Sekolah Tinggi Injili Indonesia Jakarta sudah ikut andil dalam mengatasi masalah tersebut dengan memberikan akses yang mudah bagi para mahasiswa untuk bisa menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Jakarta.

 

Permasalahan yang kedua adalah mengenai mutu dan relevansi pendidikan. Relevansi dalam bidang pendidikan dimaksudkan bahwa para lulusan yang diwisuda harus sudah mempunyai lapangan pekerjaan yang dituju sesuai dengan jurusan pendidikannya. Lulusan Sekolah-sekolah Tinggi Teologi memang sangat dibutuhkan untuk membangun karakter manusia. Untuk itu tujuan pekerjaan bagi para lulusan tersebut harus jelas.

Yang terakhir adalah mengenai tata kelola dan manajemen pendidikan. Apa yang diinginkan dari sekolah-sekolah tinggi  adalah output yang berguna bagi masyarakat. Lulusan yang keluar tidak boleh menjadi beban masyarakat dan harus berkualifikasi baik. Hal tersebut merupakan tanggung jawab bagi para yayasan pendidikan.

Sambutan Direktur Jenderal Bimas Kristen ini diakhiri dengan harapan bagi para pengelola yayasan dan civitas akademika Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia  Jakarta agar terus dapat meningkatkan diri dan menghasilkan para sarjana  yang mampu mengubah karakter untuk perbaikan kualitas manusia Indonesia. (lft)

Last Updated on Tuesday, 08 August 2017 16:08