Mimbar Kristen Edisi Minggu, 31 Mei 2026
Jumat, 05 Juni 2026, 06:09:47 WIB
Pdt. Dr. David Jems Tigau, M.Pd. K.Mimbar Kristen
Edisi Minggu, 31 Mei 2026
Pengkhotbah: Pdt. Dr. David Jems Tigau, M.Pd.K
(Gembala GBI Kasih Kristus Simpang Raya / Sekretaris Bamagnas Provinsi Kalimantan Timur dan IKN)
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1–4
Tema: PRIBADI YANG DIPENUHI KUASA ROH KUDUS DAN HIDUP DALAM KEBENARAN
Pendahuluan
Shalom Aleichem,
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Hari Pentakosta merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah kekristenan. Pada hari itu, janji Tuhan Yesus tentang pengutusan Roh Kudus digenapi. Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, murid-murid tetap berkumpul, berdoa, dan menantikan janji Bapa dengan setia. Mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, tetapi belajar taat menunggu waktu Tuhan.
Firman Tuhan berkata: "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras..."
(Kisah Para Rasul 2:1–2)
Pentakosta bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa kehidupan orang percaya membutuhkan kuasa Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, iman menjadi lemah, pelayanan menjadi kering, dan kehidupan rohani mudah goyah. Namun ketika Roh Kudus memenuhi hidup seseorang, akan terjadi perubahan besar dalam hidupnya.
Pentakosta adalah Penggenapan Janji Tuhan
Saudara-saudari yang terkasih, sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya agar tetap tinggal di Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi. Meskipun mereka belum memahami sepenuhnya bagaimana janji itu akan terjadi, mereka tetap taat menunggu Tuhan.
Dan ketika hari Pentakosta tiba, Roh Kudus turun atas mereka seperti lidah-lidah api. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah lalai terhadap janji-Nya. Apa yang Tuhan katakan pasti terjadi pada waktu-Nya.
Dalam kehidupan kita, terkadang kita merasa doa belum dijawab, pelayanan terasa berat, atau pergumulan belum selesai. Namun Pentakosta mengajarkan bahwa Tuhan setia terhadap janji-Nya. Bila Tuhan berjanji menyertai, menguatkan, dan menolong kita, maka Dia pasti melakukannya.
Sebagai orang percaya, kita harus tetap tekun berdoa dan berharap kepada Tuhan. Jangan menyerah karena keterlambatan bukan berarti penolakan. Tuhan bekerja tepat pada waktunya.
Pentakosta Membawa Kuasa dan Keberanian
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, sebelum dipenuhi Roh Kudus, murid-murid hidup dalam ketakutan. Mereka bersembunyi karena takut kepada orang Yahudi. Bahkan Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus tiga kali.
Namun setelah Roh Kudus turun, Petrus berubah secara drastis. Ia berdiri dengan berani memberitakan Injil di depan banyak orang, dan pada hari itu sekitar tiga ribu jiwa bertobat.
Inilah pekerjaan Roh Kudus: mengubah orang yang lemah menjadi kuat, yang takut menjadi berani, dan yang ragu menjadi penuh keyakinan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menghadapi rasa takut: takut gagal, takut menghadapi masalah keluarga, takut dalam pelayanan, atau takut menghadapi masa depan. Tetapi Roh Kudus memberi kekuatan bagi anak-anak Tuhan untuk tetap berdiri teguh.
Pelayanan tidak cukup hanya dengan kemampuan manusia. Seorang pelayan Tuhan, pendoa, pemusik gereja, penginjil, maupun jemaat membutuhkan tuntunan Roh Kudus agar pelayanan dilakukan dengan kuasa Tuhan, bukan dengan kekuatan sendiri.
Pentakosta Membawa Kesatuan dan Kebangunan Rohani
Saudara-saudari yang terkasih, Alkitab berkata bahwa semua murid berkumpul di satu tempat dengan sehati. Kesatuan menjadi dasar hadirnya lawatan Roh Kudus. Tuhan bekerja di tengah umat yang hidup dalam kasih, persatuan, dan doa bersama.
Hari Pentakosta juga menjadi awal kebangunan rohani. Banyak orang bertobat, hidup diubahkan, dan Injil mulai tersebar ke berbagai tempat.
Hari ini gereja dan keluarga Kristen juga membutuhkan “Pentakosta rohani.” Kita memerlukan hati yang haus akan Tuhan, kehidupan doa yang sungguh-sungguh, dan kerinduan untuk melihat jiwa-jiwa diselamatkan.
Roh Kudus tidak hanya bekerja di mimbar gereja, tetapi juga di rumah tangga, tempat kerja, sekolah, dan kehidupan sehari-hari. Ketika Roh Kudus memenuhi hati seseorang, akan lahir kasih, kesabaran, pengampunan, damai sejahtera, dan semangat untuk melayani Tuhan.
Penutup
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Hari Pentakosta mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Roh Kudus diberikan sebagai Penolong, Penghibur, Pengajar, dan sumber kuasa bagi kehidupan orang percaya.
Mari kita belajar seperti murid-murid Tuhan: tekun berdoa, hidup dalam kesatuan, dan terus menantikan lawatan Tuhan dalam hidup kita. Jangan hanya memperingati Pentakosta sebagai sebuah acara tahunan, tetapi biarlah api Roh Kudus terus menyala dalam hati kita setiap hari.
Kiranya melalui firman Tuhan hari ini, kita mengalami pembaruan iman, keberanian dalam pelayanan, dan kuasa Tuhan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Berita Terkait
- Direktur Pendidikan Kristen Sampaikan Orasi Ilmiah : “Pendidikan 5.0 Kunci Mencetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing Global” pada Wisuda ke-XVIII STT Tiberias Indonesia
- Pesta Anak Pantekosta 2026, Ditjen Bimas Kristen Ajak Orang Tua Awasi Penggunaan Gawai Anak
- Perkuat Pelayanan Publik, 47 PNS Resmi Diangkat dalam Jabatan Fungsional
Berita Terpopuler
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 7500 kali
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali