Ditjen Bimas Kristen Raih Penghargaan Publikasi Persaudaraan Lintas Iman pada Humas Award 2025
Selasa, 02 Desember 2025, 00:15:36 WIB
Jakarta (DBK)---Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen meraih Penghargaan Bidang Publikasi Persaudaraan Lintas Iman pada ajang Humas Award Kementerian Agama yang digelar pada Senin, 1 Desember 2025 di Jakarta. Acara ini dihadiri Direktur Jenderal Bimas Kristen bersama seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, kepada Dirjen Bimas Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Ditjen Bimas Kristen dalam membangun komunikasi publik yang inklusif, memperkuat harmoni, serta memajukan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat Indonesia.
“Penghargaan ini mendorong lahirnya karya-karya publikasi yang membawa semangat persaudaraan lintas iman yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Dr. Jeane Marie Tulung usai menerima penghargaan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa Kementerian Agama bergerak cepat dalam merespons bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Humas Award.
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra. Dalam waktu sangat singkat, kami bersama Baznas, Poroz, FOZ, dan pihak lainnya berhasil menghimpun sekitar Rp155 miliar untuk kebutuhan mendesak para penyintas,” ungkap Menag di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Beliau menambahkan bahwa bantuan tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Kecepatan respons Kemenag ditunjang oleh jaringan KUA di seluruh Indonesia yang mampu menyampaikan data situasi lapangan secara cepat dan akurat.
“Kami akan memberikan kebijakan khusus bagi madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak, terutama yang mengalami kerusakan parah,” tegasnya.
Menag juga mengajak media untuk turut menyuarakan pesan moral menghadapi tantangan bangsa, terutama terkait isu lingkungan dan kerusakan alam.
“Bahasa agama sangat efektif untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya bersahabat dengan lingkungan. Merusak alam adalah dosa, memperbaiki alam adalah amal pahala,” ujarnya.
Beliau menilai ekoteologi sebagai pendekatan moral dan spiritual yang penting untuk diarusutamakan di tengah meningkatnya kerusakan lingkungan.
Menag menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan media dan Humas Kemenag atas kontribusi mereka dalam menciptakan ruang publik yang sehat, empatik, dan informatif.
“Prestasi Kemenag tidak mungkin diketahui masyarakat tanpa kerja keras rekan-rekan media. Kami sangat mengapresiasi jihad media dalam menyuarakan hal-hal baik bagi bangsa,” kata Menag.
Berita Terkait
- Menag Tekankan Peran Humas sebagai Penjaga Kepercayaan Publik
- Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
- Sekjen : Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru
- Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Hadiri Pemantauan dan Evaluasi RKP 2025 Triwulan IV di Bappenas
- Ajukan Anggaran Tambahan, Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali