Bukan Sekadar Seremoni: HAB ke-80 Kemenag Diisi Komitmen Bebas Plastik dan Solidaritas Bencana

Senin, 08 Desember 2025, 15:49:47 WIB

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 pada Senin, 8 Desember 2025. Mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju", peringatan kali ini ditekankan pada semangat kesederhanaan dan kebersamaan, selaras dengan visi institusi yang progresif dan berempati.

Pembukaan ditandai dengan kegiatan senam sehat di halaman kantor pusat Kemenag, yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen beserta seluruh ASN Ditjen Bimas Kristen. Puncak peringatan HAB ke-80 sendiri akan dilaksanakan serentak di kantor Kemenag pusat dan daerah pada tanggal 3 Januari 2026.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menekankan bahwa kesederhanaan harus dilandasi oleh semangat dan optimisme dalam menjalankan tugas. Menag mendorong adanya "loncatan berpikir" yang melampaui zaman untuk mewujudkan visi institusi yang progresif.

Menariknya, Menag secara khusus menyoroti pentingnya ekoteologi. Beliau mengungkapkan kebanggaannya karena program ekoteologi yang telah berjalan setahun terakhir kini mulai dipahami masyarakat dan bahkan menarik perhatian global.

"Hari ini, dunia sudah mulai menggunakan ekoteologi. Ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama telah berada on the right tracking," ujar Menag, menegaskan posisi Kemenag sebagai institusi yang visioner.

Terkait tema rukun dan sinergi, Menag menjelaskan bahwa kerukunan adalah subsistem yang saling merajut dan menopang sistem yang lebih besar. "Rukun adalah sebuah subsistem yang jika tidak ada kekompakan di dalamnya, maka totalitas sistem yang sedang dibangun akan terpengaruh secara signifikan. Tujuan akhir dari kerukunan dan sinergi ini adalah terwujudnya kedamaian dan kemajuan bangsa,” jelasnya.

Sejalan dengan arahan Menteri, Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, mengingatkan seluruh jajaran untuk mewujudkan semangat "Ecotheology in Action". Salah satu langkah nyata yang ditekankan adalah komitmen untuk tidak lagi menggunakan sampah plastik di lingkungan kementerian.

"Mohon menjadi perhatian kita, sebisa mungkin tidak ada lagi penggunaan sampah plastik dan menghindari hal-hal yang berpotensi memperkeruh lingkungan kita," kata Sekjen.

Sekjen juga menjelaskan bahwa peringatan HAB tahun ini sengaja diselenggarakan dengan sangat sederhana sebagai bentuk empati Kemenag terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh.

Dengan total bantuan yang digalang mencapai Rp155 miliar, Kemenag telah menerjemahkan semangat HAB ke-80 menjadi tindakan nyata kemanusiaan. Namun, kerja belum usai. Tantangan krusial di depan mata adalah memastikan tata kelola dan akuntabilitas yang prima. Ini adalah ujian integritas institusi: membuktikan bahwa kekuatan sinergi Kemenag bukan hanya dalam mengumpulkan, tetapi juga mengawal setiap dana hingga tuntas tersalurkan demi kedamaian dan kemajuan yang sejati.

---------------------------------------------------------------------------

Sumber : Biro HKP

Berita Terkait