Rakernas Kemenag 2025, Menag Ajak ASN Jadi Juru Bicara Positif, Dirjen Bimas Kristen Paparkan Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta
Rabu, 17 Desember 2025, 14:54:05 WIB

Tangerang Selatan (DBK)---Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, menghadiri sekaligus mempresentasikan gagasan ekoteologi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025 yang digelar di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/12/2025).
Rakernas Kemenag 2025 secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan mengusung tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan”. Dalam sambutannya, Menag menegaskan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama sebagai juru bicara pemerintah yang positif, bijak, dan proporsional di tengah masyarakat.
“Saya mohon kepada seluruh aparatur Kementerian Agama agar menjadi juru bicara pemerintah yang baik,” tegas Menag. Ia menekankan agar ASN Kemenag tidak bersikap pasif saat dibutuhkan klarifikasi, namun juga tidak menjadi pihak yang justru memprovokasi melalui komunikasi yang tidak tepat.
Menurut Menag, komunikasi yang sehat dan proporsional akan membantu masyarakat memahami kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi jangka panjang. beliau juga mengajak seluruh aparatur Kemenag untuk mensyukuri kondisi bangsa Indonesia yang dinilai stabil secara ekonomi dan sosial.
Menag menyebut posisi Indonesia sebagai anggota G20 dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran lima persen sebagai capaian yang patut diapresiasi. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional menembus lebih dari lima persen hingga mendekati enam persen pada semester pertama 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti berbagai program strategis pemerintah, antara lain Sekolah Rakyat yang sepenuhnya gratis dan dilengkapi fasilitas memadai, pemenuhan gizi siswa, serta layanan kesehatan gratis dan pembangunan rumah sakit di berbagai daerah. Ia turut mengapresiasi penanganan bencana di Aceh dan Sumatra yang dinilai cepat, mandiri, dan efektif melalui sinergi lintas sektor.
“Jangan sampai kebaikan dan keistimewaan negeri ini justru dinafikan oleh kita sendiri. Bersyukur atas kondisi bangsa saat ini adalah sebuah kewajiban,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi diskusi panel, Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung memaparkan penguatan ekoteologi sebagai bagian dari kontribusi umat Kristen dalam merawat ciptaan dan membangun kesadaran spiritual yang selaras dengan kepedulian lingkungan. Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai keimanan harus diwujudkan dalam tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam dan kehidupan bersama.
Selain itu, Dirjen juga mengumumkan bahwa Ditjen Bimas Kristen tengah menyiapkan buku panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi sekolah-sekolah Kristen yang rencananya akan diluncurkan pada 29 Desember 2025.
“Nanti akan ada buku panduan kurikulum berbasis cinta untuk sekolah Kristen. Kurikulum ini diharapkan menjadi instrumen penguatan karakter, kerukunan, dan cinta kemanusiaan sejak usia dini,” jelas Dirjen.
Menurutnya, nilai cinta kemanusiaan tidak hanya diajarkan secara konseptual, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata seperti penguatan generasi muda yang toleran dan moderat, meningkatnya kepedulian sosial dan kesehatan, serta menguatnya solidaritas kebangsaan di ruang publik.
Di bidang layanan keagamaan, Dirjen mencatat adanya peningkatan akses dan kualitas layanan bagi umat Kristen melalui bantuan sarana ibadah, distribusi kitab suci, serta penguatan kelembagaan. Pembinaan keagamaan juga diperluas hingga menjangkau keluarga, lembaga pemasyarakatan, rumah sakit, dan ruang publik melalui kemitraan dengan sinode dan organisasi gereja.
Pada sektor pendidikan, Ditjen Bimas Kristen terus mendorong pendidikan keagamaan Kristen yang unggul, ramah, dan berintegritas, termasuk peningkatan mutu dan akreditasi satuan pendidikan serta penguatan sistem penjaminan mutu. Meski demikian, Jeane mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah penyuluh agama Kristen, kendala regulasi pendidikan tinggi keagamaan Kristen, serta keterbatasan anggaran dan sarana di beberapa wilayah.
“Berbagai kendala tersebut terus kami respon melalui dialog lintas iman, edukasi publik, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, serta peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia,” pungkasnya.
Rakernas Kemenag 2025 diikuti oleh Menteri Agama, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi‘i, pejabat Eselon I dan II, rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia, serta peserta Rakernas baik secara luring maupun daring.
Berita Terkait
- Menag Tekankan Peran Humas sebagai Penjaga Kepercayaan Publik
- Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
- Sekjen : Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru
- Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Hadiri Pemantauan dan Evaluasi RKP 2025 Triwulan IV di Bappenas
- Ajukan Anggaran Tambahan, Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali