Menag Terima Kunjungan Gereja Ortodoks Indonesia

Kamis, 26 Februari 2026, 10:58:34 WIB

Jakarta, (DBK) — Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung mendampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Gereja Ortodoks Indonesia dalam rangka dialog dan pendalaman tradisi keagamaan di Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri Metropolitan Photios of Demetrias, Romo Episkop Daniel Byantoro dari Nikopolis, bersama jajaran Gereja Ortodoks Indonesia. Dalam dialog itu, pihak Gereja Ortodoks memaparkan sejarah serta praktik ibadah yang menjadi ciri khas Gereja Timur dan masih dijalankan hingga kini.

“Ritual kami awalnya dikompilasi oleh Yakobus, saudaranya Yesus, pada abad pertama. Pada abad keempat, liturgi itu diperluas sedikit, ditambah beberapa doa oleh Yohanes Krisostomus. Lalu ditambah lagi oleh Basilius Agung. Jadi, ini adalah liturgi dari abad pertama yang kami lakukan, bukan liturgi modern,” kata Romo Episkop Daniel Byantoro, Rabu (25/2/2026).

Romo Episkop Daniel Byantoro melanjutkan bahwa hingga kini Gereja Ortodoks masih menggunakan bentuk-bentuk liturgi kuno tersebut. “Jadi, paling tidak kami memiliki tiga bentuk liturgi dari zaman kuno, yaitu Yakobus yang kami gunakan hanya pada waktu peringatan namanya, tanggal 27 Oktober. Setiap minggu kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Yohanes Krisostomus. Dan pada perayaan-perayaan besar, kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Basilius Agung. Jadi, inilah yang menjadi liturgi kami sampai sekarang,” ujarnya.

Selain liturgi, Romo Episkop Daniel Byantoro juga memaparkan tradisi puasa yang sedang dijalani menjelang Paskah. “Saat ini kami sedang puasa 40 hari menyongsong Paskah. Mulai kemarin kami sedang puasa sampai nanti menjelang Paskah, 40 hari kami puasa,” jelasnya.

Menteri Agama menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh ajaran dan tradisi Gereja Ortodoks. “Jika ada buku, tolong berikan kepada saya, karena kami perlu memahami juga doktrin Anda. Bagi saya ini sangat penting, karena saya sendiri juga tertarik mempelajari perbandingan agama. Kami ingin mengetahui ajaran Anda,” kata Menag.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa jumlah umat Gereja Ortodoks di Indonesia sekitar 2.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah. “Hampir di seluruh Indonesia. Di Sumatera, di Kalimantan, di Papua, di Sulawesi,” ujar Romo Daniel, seraya menyebut lokasi ibadah di Jabodetabek "Di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, termasuk Bogor dan Cinere,” pungkasnya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber: Humas Kemenag

Berita Terkait