Ditjen Bimas Kristen Tekankan Peran Strategis Pemuda Gereja pada RPL Namaposo GKPS 2026

Jumat, 06 Maret 2026, 22:14:08 WIB

Jakarta (DBK)---Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor secara resmi membuka Rapat Pengurus Lengkap (RPL) Seksi Namaposo (Pemuda) Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Tahun 2026.

Dalam sambutan tertulis Dirjen yang dibacakan pada acara tersebut, Dirjen Bimas Kristen menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Sinode GKPS dan jajaran Seksi Namaposo atas terselenggaranya forum strategis ini. “RPL memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan pemuda gereja sekaligus merumuskan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda serta selaras dengan visi gereja dan kebijakan pembangunan nasional,”
jelasnya.

RPL Seksi Namaposo GKPS Tahun 2026 mengangkat tema “Gereja yang Peduli, Produktif Mandiri, dan Membawa Berkat.” Tema ini dinilai sangat relevan dengan konteks pelayanan gereja saat ini. Gereja, menurutnya, tidak dipanggil untuk hidup secara eksklusif, melainkan hadir sebagai terang dan garam yang peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi jemaat dan masyarakat.

Lebih lanjut Dirjen menegaskan bahwa gereja yang peduli adalah gereja yang tidak apatis terhadap persoalan sosial seperti kemiskinan, keterbatasan pendidikan, pengangguran, keretakan keluarga, hingga tantangan intoleransi dan radikalisme. Dalam konteks ini, pemuda gereja memiliki peran penting untuk terlibat secara aktif menghadirkan nilai kasih Kristus melalui berbagai bentuk pelayanan nyata.

Pemuda gereja, didorong untuk menjadi generasi yang produktif dan mandiri. Pemuda tidak hanya menjadi peserta atau konsumen program gereja, tetapi juga menjadi penggagas dan pelaku transformasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemuda GKPS diharapkan terus mengembangkan talenta di berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, pelayanan sosial, serta seni dan budaya.

Selain itu, pemuda gereja juga diajak untuk membangun karakter yang berintegritas, jujur, dan takut akan Tuhan. Mereka diharapkan menjadi teladan dengan menolak segala bentuk kekerasan, intoleransi, maupun praktik korupsi. Kemajuan teknologi dan media sosial pun perlu dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana kesaksian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian atau perpecahan.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa gereja bersama para pemudanya dipanggil untuk menjadi berkat bagi lingkungan sekitar. Hal ini dapat diwujudkan melalui pelayanan pendidikan bagi kelompok rentan, pemberdayaan ekonomi jemaat, pendampingan generasi muda agar terhindar dari narkoba dan kekerasan, serta penguatan dialog dan kerja sama lintas iman.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimas Kristen juga membuka ruang kolaborasi dengan sinode dan lembaga gerejawi dalam berbagai program pembinaan iman, penguatan karakter kebangsaan, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Gereja diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kerukunan, mengokohkan persatuan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dirjen Bimas Kristen berharap RPL Seksi Namaposo GKPS Tahun 2026 dapat menghasilkan berbagai program yang mampu membangun karakter, kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan pemuda. Hasil RPL juga diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi semata, tetapi menjadi komitmen bersama yang diwujudkan secara nyata dalam pelayanan di setiap jemaat dan wilayah.

Mengakhiri sambutannya, Dirjen mengajak seluruh peserta mengikuti RPL dengan penuh tanggung jawab, semangat persaudaraan, dan keterbukaan, serta menyerahkan seluruh proses kepada tuntunan Tuhan Yesus Kristus. Dengan penuh rasa syukur, Rapat Pengurus Lengkap Seksi Namaposo GKPS Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka.

Berita Terkait