Gereja Ramah Pemudik di Manado, Wujud Kepedulian Bimas Kristen Kemenag bagi Pemudik Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026, 21:40:08 WIB

Manado (DBK)— Menindaklanjuti Surat Himbauan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI Nomor B-69/DJ.IV/HM.00/03/2026, tentang dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Manado bersama pimpinan lembaga keagamaan Kristen di wilayah Kota Manado, gelar kegiatan Gereja Peduli Pemudik, dimulai pada Senin, (09/03/2026).

Kegiatan ini adalah wujud kepedulian dan pelayanan sosial keagamaan kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kota Manado selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Ulyas Taha, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Rugaya Udin, agar seluruh jajaran Kementerian Agama dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat lintas agama.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, dua gereja di jalur strategis Kota Manado turut mengambil bagian dalam program Gereja Ramah Pemudik, yakni Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Batas Kota Malalayang Dua Manado dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Abraham Sario Manado. Kedua gereja ini menyediakan sejumlah fasilitas bagi para pemudik yang melintas.

Layanan yang disediakan antara lain tempat istirahat, fasilitas toilet dan air bersih, pengisian daya baterai (charging station), serta penyediaan air minum dan/atau makanan ringan sesuai dengan ketersediaan di masing-masing gereja.

Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Christine Patricia Rattu, mengatakan bahwa keterlibatan gereja dalam menyediakan layanan bagi pemudik merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kepada sesama, khususnya bagi saudara-saudara umat Muslim yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Program Gereja Ramah Pemudik ini adalah wujud dukungan dan kepedulian kami bagi saudara-saudara umat Muslim yang melaksanakan perjalanan mudik Lebaran. Ini juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Manado,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama Kota Manado, khususnya melalui Seksi Bimas Kristen, dalam menjaga dan merawat keberagaman serta mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program ini juga tidak terlepas dari peran aktif Penyuluh Agama Kristen Kota Manado yang menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam membangun relasi, interaksi, dan komunikasi yang baik dengan pimpinan lembaga keagamaan Kristen.

Melalui sinergi tersebut, program Gereja Ramah Pemudik dapat terwujud sebagai bentuk pelayanan sosial keagamaan yang menghadirkan rasa aman, nyaman, serta memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

Berita Terkait