Berbagi Kasih di Bulan Ramadan, Bimas Kristen Kanwil se-Indonesia Ajak Gereja Jadi Tempat Singgah Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026, 13:08:52 WIB

Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulbar Bagi-Bagi Takjil Gratis

Jakarta (DBK)— Menindaklanjuti surat imbauan Dirjen Bimas Kristen Nomor B-69/DJ.IV/HM.00/03/2026 tentang dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M, jajaran Bimas Kristen Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama di berbagai provinsi bersama gereja, penyuluh agama Kristen, pengawas pendidikan agama Kristen, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan aksi pelayanan berbagi menyambut Bulan Suci Ramadan sekaligus menggerakkan program Gereja Ramah Pemudik di berbagai daerah.

Program ini diwujudkan melalui kegiatan berbagi kasih dan pembagian takjil kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa serta penyediaan fasilitas singgah bagi para pemudik di sejumlah gereja yang berada di jalur strategis perjalanan mudik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai daerah, aksi pelayanan berbagi tersebut telah dilaksanakan di sejumlah wilayah antara lain di Batam Kepulauan Riau, Riau, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Salatiga dan wilayah lain di Jawa Tengah, serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Di Batam, kegiatan pelayanan berbagi dilaksanakan di 7 titik, yang melibatkan 5 gereja, para penyuluh, pengawas, staf, serta guru Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

Di Gorontalo, kegiatan dilaksanakan di 5 titik, terdiri dari 3 kegiatan oleh gereja dan 2 kegiatan oleh penyuluh dan staf.

Di Sulawesi Tenggara, kegiatan berlangsung di 4 titik, meliputi 3 kegiatan oleh gereja serta 1 kegiatan oleh penyuluh atau ASN.

Di Sulawesi Barat, kegiatan dilaksanakan di 6 titik, yang terdiri dari 5 gereja serta 1 kegiatan oleh SMTK.

Di wilayah Salatiga dan Jawa Tengah, kegiatan pelayanan berbagi dilaksanakan di 6 titik, yang melibatkan 5 gereja dan 1 kegiatan oleh penyuluh atau ASN.

Sementara itu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kegiatan pelayanan sosial juga dilaksanakan oleh gereja bersama penyuluh agama Kristen serta ASN Kementerian Agama melalui aksi berbagi kasih kepada masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, kegiatan Aksi Pelayanan Berbagi Menyambut Bulan Suci Ramadan telah dilaksanakan di 33 titik lokasi, yang meliputi 26 titik kegiatan oleh gereja, 3 titik oleh SMTK, serta 4 titik kegiatan oleh penyuluh, pengawas, dan ASN.

Selain kegiatan berbagi takjil, sejumlah gereja juga membuka pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik melalui program Gereja Ramah Pemudik.

Berdasarkan data yang dihimpun Ditjen Bimas Kristen hingga awal Maret 2026, tercatat 106 laporan gereja dari berbagai wilayah Indonesia yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Gereja-gereja tersebut menyediakan fasilitas bagi pemudik seperti tempat beristirahat, air minum, toilet, tempat ibadah, serta fasilitas pengisian daya telepon genggam.

Beberapa gereja yang tercatat dalam program ini antara lain HKBP Pasaman Barat, GPDI Bukit Sion Bangko Sempurna, GPT Mawar Saron, serta sejumlah gereja dari jaringan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI).

Di Manado misalnya, gereja yang berada di jalur strategis seperti Gereja Pantekosta di Indonesia Batas Kota Malalayang Dua dan Gereja Masehi Injili di Minahasa Abraham Sario turut membuka fasilitas gereja sebagai tempat singgah bagi pemudik.

Program serupa juga dilaksanakan di berbagai daerah lain seperti Riau, Banten, serta Maluku Utara melalui kolaborasi antara gereja, penyuluh agama Kristen, dan jajaran Bimas Kristen Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menegaskan bahwa kehadiran gereja di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan nilai kasih dan solidaritas kemanusiaan.

“Kegiatan pelayanan ini merupakan panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat serta memperkuat solidaritas dan harmoni kehidupan berbangsa,” ujar Dirjen.

Menurutnya, kegiatan pelayanan sosial seperti berbagi takjil maupun penyediaan fasilitas bagi pemudik merupakan wujud nyata kontribusi gereja dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Ke depan, jumlah gereja yang berpartisipasi dalam program Gereja Ramah Pemudik diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi jemaat, penyuluh agama Kristen, serta dukungan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai provinsi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(Humas Ditjen Bimas Kristen)

Berita Terkait