LAKPESDAM PBNU Perkuat Sinergi dengan Ditjen Bimas Kristen untuk Cegah Perkawinan Anak

Senin, 06 April 2026, 14:00:43 WIB

Jakarta (DBK) — Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor, didampingi Kasubdit Penyuluhan, Evendy Hutabarat, serta Kaubdit PUPB, Mangarerak Barimbing, menerima audiensi dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PBNU melalui Tim INKLUSI.

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, bertempat di lantai 11 Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Agenda ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong inklusi sosial dan perlindungan kelompok rentan, khususnya dalam upaya Pencegahan Perkawinan Anak (PPA).

Dalam audiensi tersebut, Tim INKLUSI LAKPESDAM PBNU memaparkan berbagai program yang telah dijalankan di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini berfokus pada penguatan inklusi sosial melalui pendekatan berbasis komunitas, sekaligus memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak yang berisiko mengalami perkawinan usia dini.

Sejumlah wilayah menjadi fokus implementasi program, di antaranya Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sorong, Kabupaten Malang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tojo Una-Una, serta Kabupaten Kapuas. Di wilayah-wilayah tersebut, berbagai kegiatan strategis telah dilakukan, mulai dari advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas pemangku kepentingan lokal.

Diskusi antara kedua pihak berlangsung dinamis dan konstruktif. Berbagai tantangan di lapangan turut dibahas, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang masih memengaruhi tingginya angka perkawinan anak. Kedua lembaga juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif berbasis komunitas serta keterlibatan lintas sektor dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Tak hanya berbagi pengalaman, audiensi ini juga membuka peluang kerja sama ke depan. Sinergi antara LAKPESDAM PBNU dan Ditjen Bimas Kristen diharapkan mampu memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta menjamin kepentingan terbaik bagi anak.

Pihak Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang kolaborasi, khususnya dalam program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan anak berbasis nilai-nilai keagamaan.

Pertemuan ini menjadi pijakan awal yang strategis dalam membangun kemitraan lintas lembaga, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Berita Terkait