Paskah Nasional 2026 Gereja-Gereja di Sulawesi Utara, Kemenag Tekankan Harmoni dalam Keberagaman
Rabu, 08 April 2026, 18:53:15 WIB

MANADO (DBK)— Perayaan Paskah Nasional 2026 Gereja-Gereja di Sulawesi Utara yang digelar di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, Rabu (8/4), berlangsung meriah, khidmat, dan penuh sukacita. Sekitar 40 ribu jemaat dari berbagai denominasi gereja di Sulawesi Utara serta utusan dari sejumlah daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam perayaan ini.

Sejak pagi, ribuan jemaat memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian acara yang mengangkat tema “Supaya Kita Semua Menjadi Satu” Injil Yohanes 17:21. Ibadah Paskah dipimpin Ketua Sinode GMIM, Adolf Wenas,
Menteri Agama yang diwakili Staf Khusus, Gugun Gumilar, saat menyampaikan sambutan menekankan pentingnya meningkatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan dengan sesama dan hubungan dengan alam.
Beliau mengajak umat untuk semakin menghidupi ajaran kitab suci dalam kehidupan sehari-hari agar nilai kasih, damai, dan toleransi benar-benar terwujud.
“Mari kita memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan dengan menjalankan ajaran agama secara konsisten. Ketika nilai-nilai agama dijalankan dengan baik, maka tidak akan ada ruang bagi sikap intoleransi,” ujarnya.
Gugun juga mengutip ajaran kasih dalam Injil Matius, bahwa setiap umat diajak untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. “Engkau adalah saudaraku, engkau adalah sahabatku. Mari kita bergandengan tangan, saling menghormati dan saling menjaga dalam bingkai persaudaraan,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun kerukunan antarumat beragama melalui dialog yang konstruktif dan berkelanjutan. Dialog lintas iman, kata dia, tidak hanya menjadi wacana, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita perlu menggelorakan interfaith dialogue dan interreligious dialogue. Harmoni dalam keberagaman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus lahir dari hati, tercermin dalam pikiran, dan diwujudkan dalam tindakan. Itulah toleransi yang sejati,” tegasnya.
Selain hubungan antarumat beragama, Gugun juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam. Beliau mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat ciptaan Tuhan sebagaimana amanat dalam kitab suci.
“Manusia diberi mandat untuk memelihara alam semesta. Karena itu, menjaga lingkungan adalah bagian dari pengamalan nilai keagamaan,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa Kementerian Agama terus mengembangkan berbagai program, seperti kurikulum cinta dan ekoteologi, sebagai upaya meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam konteks generasi muda, Gugun mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai inspirasi dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengutip pemikiran Sumitro Djojohadikusumo tentang pentingnya mencintai ilmu pengetahuan, menjunjung integritas, dan mengabdi kepada bangsa secara tulus.
Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya persatuan umat manusia di tengah berbagai perbedaan.
“Kita harus bersatu. Ini sangat penting. Hari ini kita mengenang peristiwa lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah pengorbanan besar Tuhan Yesus Kristus. Momentum ini mengingatkan kita untuk hidup dalam kasih dan persatuan,” tegas Hashim.
Adik Presiden RI Prabowo Subianto tersebut juga menilai, perayaan Paskah Nasional di Manado menjadi simbol kuat bahwa Indonesia mampu menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama, sekaligus menyampaikan pesan damai ke dunia internasional.

Rangkaian kegiatan Paskah turut dimeriahkan dengan drama kolosal kisah sengsara hingga kebangkitan Yesus Kristus, pagelaran seni, serta konser rohani yang menghadirkan puji-pujian dari sejumlah artis rohani nasional seperti Maria Shandi dan Jason Irwan. Keterlibatan mahasiswa IAKN Manado dalam paduan suara turut menambah semarak suasana.
Panitia juga menyediakan layanan sosial berupa pembagian makanan dan minuman gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ketua Panitia, Recky H Langie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat, pemerintah, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga perayaan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta sejumlah tokoh nasional seperti Theo Sambuaga dan E.E. Mangindaan.
Dari unsur Kementerian Agama, turut hadir mewakili Dirjen Bimas Kristen, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, Kepala Biro SDM Kemenag Muhammad Zain, sejumlah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Jajaran Kanwil Kemenag Sulut, serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan Kristen, termasuk Rektor IAKN Manado, Kepala Biro, bersama jajaran.
Perayaan Paskah Nasional 2016 Gereja-Gereja di Sulawesi Utara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persatuan, serta menjaga harmoni sosial dalam bingkai keberagaman Indonesia.
Berita Terkait
- GSJA Nasional Rayakan HUT ke-85, Usung Tema “Greater Glory”
- LAKPESDAM PBNU Perkuat Sinergi dengan Ditjen Bimas Kristen untuk Cegah Perkawinan Anak
- Ucapkan Selamat Paskah, Menag Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
- Menag Terima Audiensi Panitia Paskah Nasional Gereja-Gereja di Sulawesi Utara Tahun 2026
- “Ramah Mudik” Kementerian Agama: Ketika Rumah Ibadah Menjadi Ruang Pelayanan Umat
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali