KND Audiensi dengan Ditjen Bimas Kristen, Perkuat Kolaborasi Layanan Disabilitas

Selasa, 21 April 2026, 15:31:11 WIB

Jakarta (DBK)—Komisi Nasional Disabilitas (KND) melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama. Rombongan tersebut diterima oleh Kasubdit Pendidikan Umat dan Pengembangan Budaya (PUPB), Mangarerak Baringbing.

Baringbing menegaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjawab kebutuhan umat, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, gereja tidak hanya menjalankan fungsi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pelayanan yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial.

“Gereja adalah mitra pemerintah. Gereja menjadi sarana dalam menjawab kebutuhan umat, termasuk bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

Beliau menjelaskan, Ditjen Bimas Kristen memiliki sejumlah program yang dapat dioptimalkan untuk mendukung layanan inklusif, termasuk diantaranya program gereja ramah disabilitas. Selain itu, struktur kelembagaan hingga tingkat daerah dinilai menjadi kekuatan dalam menjangkau kelompok rentan.

Peran penyuluh agama juga menjadi perhatian penting. Baringbing menyebut penyuluh sebagai ujung tombak Kemenag dalam membentuk kelompok binaan, termasuk dalam menjangkau dan memberdayakan penyandang disabilitas di masyarakat.

“Bimas Kristen sangat terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam melaksanakan tugas kemanusiaan ini. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun kolaborasi,” tegasnya.

Beliau menambahkan, berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tidak boleh menjadi penghambat. Sebaliknya, tantangan harus menjadi pemicu untuk memperkuat sinergi dan komunikasi lintas lembaga.

“Tantangan selalu ada, tetapi selalu ada jalan. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk semakin terhubung dan memperkuat kolaborasi. Tantangan bukan penghalang bagi program kemanusiaan,” lanjutnya.

Ke depan, Baringbing memastikan pihaknya akan memaksimalkan berbagai program kolaboratif guna memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Komisioner KND Jonna Aman Damanik, didampingi Pdt. Maria dari Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), Ulfah Fatmala Rizky, Tenaga Ahli Khusus Komisi Nasional Disabilitas, dan staf, senada, menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Ditjen Bimas Kristen. “Kami ingin membangun kolaborasi ke depan, dalam mewujudkan layanan keagamaan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.”

Berita Terkait