Transportasi Peserta Jadi Perhatian Utama dalam Rakor Persiapan Awal PESPARAWI Nasional XIV 2026
Selasa, 05 Mei 2026, 21:16:49 WIB

Jakarta (DBK)---Kesiapan transportasi peserta sebagai aspek yang sangat penting dalam penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Hal ini menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan awal yang dilaksanakan secara hybrid terpusat di Ruang Rapat Ditjen Bimas Kristen Kemenag, pada Selasa (5/5/2026).

Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag Jems Luksen Mayor, yang juga selaku Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) menegaskan bahwa pengelolaan transportasi harus menjadi prioritas utama mengingat keterlibatan 38 provinsi dengan jumlah peserta sekitar 6.372 orang dari seluruh Indonesia. Ia secara khusus menekankan pentingnya pengaturan mobilitas peserta, terutama terkait ketersediaan dan penjadwalan maskapai penerbangan menuju Manokwari.
“Perlu diatur secara detail mobilitas peserta, khususnya transportasi udara melalui maskapai penerbangan, agar kedatangan kontingen dapat terjadwal dengan baik dan tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jems Mayor menjelaskan bahwa akan diterapkan dua skema kedatangan peserta guna mengurai kepadatan selama pelaksanaan kegiatan.
“Akan diatur dua skema kedatangan. Peserta yang tampil pada empat hari pertama akan datang lebih awal, kemudian setelah selesai tampil akan kembali ke daerah masing-masing. Selanjutnya akan digantikan oleh peserta yang tampil pada empat hari berikutnya. Skema ini penting untuk menghindari penumpukan peserta di Manokwari,” jelasnya.
Rakor ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, dan dipimpin oleh Asisten Deputi Bina Keagamaan Kemenko PMK, Asep Sunandar. Dalam sambutan pembukaannya, Deputi menekankan bahwa penyelenggaraan PESPARAWI harus mencapai tiga keberhasilan utama, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, serta memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di daerah tuan rumah.
Asep Sunandar selaku pemimpin rapat menegaskan bahwa PESPARAWI tidak hanya dimaknai sebagai ajang lomba, tetapi juga harus memberikan dampak nyata.
“PESPARAWI diharapkan memberi dampak bagi umat Kristen secara rohani, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat lokal, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah penyelenggara,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Panitia Pelaksana PESPARAWI Nasional XIV, Jacob Fonataba, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kesiapan transportasi peserta. Ia menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah maskapai penerbangan terkait kesiapan transportasi udara, serta dengan pihak PT PELNI untuk dukungan transportasi laut.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan juga dengan PT PELNI untuk memastikan dukungan transportasi udara dan laut. Namun demikian, kami masih memerlukan dukungan lebih lanjut dari Kemenko PMK dan Kementerian Perhubungan untuk membantu mengkomunikasikan dan mensinergikan seluruh pihak terkait, termasuk kesiapan armada transportasi darat di Manokwari,” jelasnya.
Jacob menegaskan bahwa transportasi merupakan faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan mematangkan seluruh skema transportasi agar pelaksanaan PESPARAWI berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” tambahnya.
Di sisi lain, terkait akomodasi, panitia memastikan bahwa kesiapan tempat tinggal bagi peserta telah dipersiapkan dengan baik. Seluruh kebutuhan hotel dan penginapan lainnya di Manokwari telah diinventarisasi dan dinyatakan siap untuk mendukung kedatangan ribuan peserta.
PESPARAWI Nasional XIV dijadwalkan berlangsung pada 18–28 Juni 2026 di Manokwari. Selain sebagai ajang lomba paduan suara gerejawi, PESPARAWI juga menjadi sarana pembinaan umat yang menekankan dimensi spiritualitas, kerukunan, pemberdayaan ekonomi umat, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui Rakor ini, Ditjen Bimas Kristen berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama, khususnya dalam memastikan kelancaran transportasi sebagai faktor utama suksesnya penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026.
Turut hadir Sekretaris Ditjen Bimas Kristen yang juga Bendahara LPPN, Johni Tilaar, serta para undangan dari lintas kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan, antara lain:
• Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) IV Kementerian Dalam Negeri;
• Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan;
• Para Direktur di lingkungan Kementerian Perhubungan (Lalu Lintas Jalan, Angkutan Jalan, Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kepelabuhan, Angkutan Udara, dan Bandar Udara);
• Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital;
• Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat;
• Bupati Manokwari;
• Sekretaris Umum MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI);
• Panitia Pelaksana PESPARAWI Nasional XIV; serta
• Pejabat terkait di lingkungan Kemenko PMK dan Kemenag.
Berita Terkait
- Kemenag: Pastoral Keluarga Perkuat Ketahanan Bangsa di Tengah Keberagaman Indonesia
- Pesparawi 2026 Digelar Ramah Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan
- Bimas Kristen Ajak Gereja Wujudkan Damai Sejahtera bagi Seluruh Ciptaan pada HUT ke-76 PGI
- Tinjau Venue Pesparawi XIV, Dirjen Bimas Kristen Tekankan Kesiapan Total
- Ditjen Bimas Kristen Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional 2026, Usung Misi Ekoteologi dan Gerakan Ramah Lingkungan
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 2970 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali