Pesparawi Nasional XIV: Ditjen Bimas Kristen Dorong Perayaan Iman yang Berdampak bagi Papua dan Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026, 14:37:19 WIB

Jakarta (DBK) -- Ditjen Bimas Kristen terus mematangkan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 20–28 Juni 2026 mendatang. Ajang nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni musik gerejawi, tetapi juga sarana penguatan nilai-nilai iman, persatuan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, bersama dengan Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor, dan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar, di Kantor Ditjen Bimas Kristen, Jl. M.H. Thamrin No. 6, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor, menjelaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV diperkirakan akan diikuti oleh 6.000 hingga 8.000 peserta dari 38 provinsi. Bersama pendamping dan pengunjung, total kehadiran diproyeksikan mencapai sekitar 10.000 orang.

Menurutnya, Pesparawi merupakan wadah pembinaan umat Kristen melalui musik gerejawi yang sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan pelayanan yang berdampak nyata.

“Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara, tetapi juga perayaan iman dan kebersamaan yang menghadirkan manfaat bagi gereja, masyarakat, dan daerah tuan rumah,” kata Luksen.

Ia menambahkan, Ditjen Bimas Kristen mendorong agar penyelenggaraan Pesparawi XIV mendukung program Kementerian Agama terkait dengan Ekoteologi.

“Sesuai dengan arahan Menteri Agama, pelaksanaan Pesparawi tahun ini akan mengedepankan program ramah lingkungan. Oleh karenanya semua peserta dan pendukung acara diimbau membawa tumbler pribadi dan tidak menggunakan air minum kemasan plastik,” terang Luksen.

“Kita juga akan memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan ekonominya serta melakukan promosi budaya lokal melalui kegiatan Pameran yang akan menjadi rangkaian dari kegiatan Pesparawi XIV,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Luksen, pada Pesparawi tahun ini juga akan dilakukan program Taman Harmoni Nusantara.  

“Taman Harmoni Nusantara menjadi wujud nyata semangat kebersamaan seluruh peserta Pesparawi dalam merawat lingkungan dan memperkuat harmoni bangsa. Nantinya masing-masing provinsi akan membawa pohon khas daerah masing-masing untuk ditanam di Pulau Mansinam, Papua Barat,” terang Luksen.

“Pulau Mansinam merupakan tempat masuknya Injil di Tanah Papua dan penanaman pohon tersebut menjadi simbol persatuan, kerukunan, dan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian ciptaan Tuhan di Tanah Papua,” sambungnya.

Pesparawi XIV, kata Luksen, kiranya juga dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik secara sosial, budaya, ekonomi maupun lingkungan hidup.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar, menekankan pentingnya pengelolaan komunikasi publik dan mitigasi isu selama pelaksanaan Pesparawi, khususnya terkait proses penilaian lomba.

Menurutnya, penerapan sistem penilaian yang transparan akan strategi yang baik untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan seluruh peserta dan kontingen se-Indonesia.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama agar hasil lomba dapat diterima dengan baik oleh semua pihak,” ujar Thobib.

Menutup pertemuan, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar menyampaikan keyakinannya bahwa pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV tahun 2026 ini akan membawa dampak positif untuk memupuk tali persaudaraan, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjadi wadah ungkapan kesetiaan dan puji-pujian kepada Tuhan.

“Dengan mengusung tema: "Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu" (Mazmur 34:2a) Pesparawi Nasional XIV diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan umat Kristen di Indonesia, sekaligus membawa berkat bagi masyarakat Papua dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ucap Johni.

(Humas Bimas Kristen)

Berita Terkait