Pesparawi XIV Jadi Momentum Menanam Harapan di Mansinam, Wujud Syukur atas Ciptaan Tuhan dan Kepedulian Lingkungan bagi Generasi Mendatang
Sabtu, 20 Juni 2026, 11:16:34 WIB
.jpeg)
Manokwari (DBK)---Menjelang pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Tingkat Nasional Tahun 2026, Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjadi ruang refleksi yang sarat makna tentang pentingnya menjaga harmoni antara iman, persaudaraan, dan kelestarian lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon yang dipimpin Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar, Sabtu (20/6/2026).
.jpeg)
Bertempat di Pulau Mansinam, lokasi bersejarah yang dikenal sebagai tempat pertama kali Injil diberitakan di Tanah Papua, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menyambut Pesparawi XIV. Penanaman pohon juga menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat ciptaan Tuhan serta mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang.
Dalam sambutannya, Helmi Nasaruddin Umar mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk memaknai penanaman pohon sebagai investasi kehidupan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
“Menanam pohon berarti menanam kehidupan, menanam kesejukan, dan menanam harapan bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Helmi, tema besar Pesparawi mengandung pesan tentang pentingnya membangun keharmonisan, tidak hanya dalam relasi antarsesama manusia, tetapi juga dengan alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus ungkapan syukur atas anugerah yang diberikan Sang Pencipta.
Helmi menegaskan bahwa keberagaman, iman, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai-nilai yang dapat tumbuh berdampingan dan saling menguatkan. Melalui momentum ini, Helmi mengajak keluarga besar Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi pelopor pelestarian lingkungan, dimulai dari lingkungan keluarga dengan menanamkan kecintaan terhadap bumi kepada anak-anak sejak usia dini.
Pada kesempatan yang sama, Helmi juga menyoroti peran strategis perempuan dalam membangun budaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis yang berdampak pada keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Perempuan adalah penanam peradaban. Ketika seorang perempuan menanam pohon, sesungguhnya ia sedang menanam kehidupan, harapan, dan masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa nilai-nilai yang diusung Pesparawi tidak hanya diwujudkan melalui pujian dan pelayanan gerejawi, tetapi juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan..jpeg)
Menurut Jeane, kegiatan penanaman pohon ini sejalan dengan semangat Pesparawi yang mendorong tumbuhnya tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan persaudaraan dalam keberagaman.
“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan bahwa merawat ciptaan Tuhan merupakan bagian dari panggilan iman. Semangat Pesparawi hendaknya tidak hanya bergema dalam nyanyian pujian, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Dirjen berharap pohon-pohon yang ditanam di Pulau Mansinam dapat menjadi simbol persaudaraan, kerukunan antarumat beragama, serta warisan kebaikan yang terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Dari Pulau Mansinam, pesan tentang iman, perdamaian, persaudaraan, dan cinta lingkungan kembali diteguhkan. Sebuah pesan yang diharapkan terus berakar kuat, bertumbuh, dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai anugerah Tuhan bagi kehidupan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani, Asisten Deputi I Pemerintah Provinsi Papua Barat, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Suparman.
Berita Terkait
- Wapres Gibran Buka PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026
- Dirjen Bimas Kristen Kukuhkan Juri dan Totalisator Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
- Karnaval Budaya PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 Tampilkan Harmoni Keberagaman di Manokwari
- Rapat Forkopimda Papua Barat Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
- HLUN GKJ 2026 Himpun 3.000 Adiyuswa, Dirjen Bimas Kristen: Lansia Sumber Kebijaksanaan dan Berkat bagi Bangsa
Berita Terpopuler
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 6816 kali
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali