Seminar dan Workshop PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 Dorong Transformasi PESPARAWI Berkelanjutan Menuju Kancah Internasional
Kamis, 25 Juni 2026, 19:49:26 WIB
Manokwar (DBK) — Dalam rangka memperkuat arah penyelenggaraan PESPARAWI yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) menyelenggarakan Seminar dan Workshop PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "PESPARAWI Masa Depan yang Berkelanjutan melalui Pendekatan Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata" diikuti oleh perwakilan Pengurus LPPD Provinsi se-Indonesia, perwakilan kontingen peserta PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026, serta Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Kristen se-Indonesia serta para Dewan Juri PESPARAWI Nasional XIV. Forum ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus merumuskan arah pengembangan PESPARAWI agar semakin relevan, berdampak, dan mampu menjadi bagian dari ekosistem pengembangan budaya nasional.
Dalam sambutannya mewakili Dirjen Bimas Kristen, Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor mengatakan bahwa PESPARAWI tidak hanya sekedar perlombaan paduan suara, lebih dari itu, PESPARAWI harus mengimplementasikan nilai-nilai kristiani dan meningkatkan rasa cinta tanah air.
"PESPARAWI tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah perlombaan paduan suara gerejawi. Esensi utama PESPARAWI adalah membangun karakter umat melalui seni dan musik gerejawi. Di dalamnya terkandung nilai-nilai Kristiani yang mengajarkan kasih, persaudaraan, pelayanan, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga PESPARAWI menjadi media pembinaan iman yang nyata, bukan sekadar panggung kompetisi," kata Jems Mayor.
"Saya juga mendorong kita semua agar bisa bersinergi untuk membangun ekosistem PESPARAWI yang berkelanjutan, yang dirumuskan dalam 3 kata kunci: Pendekatan Budaya, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata," sambungnya.
Untuk memperkaya perspektif, panitia menghadirkan dua narasumber dan dua pembanding yang memiliki kompetensi di bidang musik, kebudayaan, pariwisata, serta pelayanan gerejawi. Beragam sudut pandang tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif mengenai pengembangan PESPARAWI sebagai sebuah perhelatan seni budaya gerejawi yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, pelestarian budaya, serta pertumbuhan ekonomi kreatif daerah dan bisa mendunia.
"Ke depannya, kita harus jadikan PESPARAWI tidak lagi dipandang semata sebagai ajang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai-nilai iman, budaya, kreativitas, dan pariwisata. Ke depan, PESPARAWI harus mampu menjadi ikon budaya Indonesia yang dikenal dunia," pungkas Jems Mayor.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan bahwa PESPARAWI memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda budaya nasional yang mampu menarik perhatian dunia internasional. Keberagaman budaya Indonesia yang dipadukan dengan kekayaan musik gerejawi menjadi kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain membahas penguatan kualitas penyelenggaraan lomba, seminar juga mengangkat pentingnya pembangunan ekosistem PESPARAWI yang berkelanjutan. Hal tersebut mencakup penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, pelestarian budaya lokal, hingga penerapan konsep penyelenggaraan yang ramah lingkungan.
Melalui workshop ini, para peserta diajak menyusun berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan PESPARAWI pada masa mendatang. Hasil diskusi diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan inovasi sehingga PESPARAWI terus berkembang sebagai ajang pembinaan seni paduan suara gerejawi yang semakin berkualitas, inklusif, profesional, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Penyelenggaraan Seminar dan Workshop PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 menjadi salah satu komitmen bersama dalam mempersiapkan masa depan PESPARAWI yang lebih progresif. Dengan mengedepankan kolaborasi antara seni, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan nilai-nilai spiritual, diharapkan PESPARAWI tidak hanya menjadi kebanggaan umat Kristen Indonesia, tetapi juga mampu tampil sebagai event seni budaya bertaraf internasional yang memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.
(Humas Bimas Kristen)
Berita Terkait
- Gubernur Sulawesi Utara Berikan Semangat kepada Kontingen Pesparawi XIV di Manokwari
- Itjen Kemenag Dampingi Panitia Pesparawi, Pastikan Pengelolaan Anggaran Sesuai Aturan
- Sulawesi Tengah Resmi Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV Tahun 2029
- Lebih dari Sekadar Lomba, Masa Depan PESPARAWI Ada pada Pembinaan Talenta Kristen, Bukan Sekadar Melahirkan Juara
- Meet the Jury PESPARAWI XIV Tegaskan Komitmen Penjurian yang Transparan dan Berintegritas
Berita Terpopuler
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 8017 kali
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali