MIMBAR KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA, Minggu, 5 September 2021

Sabtu, 11 September 2021, 22:03:13 WIB

"KELEGAAN DIDALAM KESESAKAN"

 

Pembukaan,
Shalom, salam sejahtera didalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Para Pemirsa mimbar Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia. Bagaimana kabar saudara semua? Saya berharap kita semuanya dalam keadaan baik-baik saja dan sekiranya ada diantara kita yang hari ini keadaan saudara kurang baik atau mungkin tidak baik, saya berdoa kiranya Firman Tuhan pada hari ini dapat meberkati kita semua.

Judul Khotbah saya pada hari ini adalah “Kelegaan di dalam Kesesakan”. Bagaimana caranya kita mengalami kelegaan ketika kita dalam keadaan sesak. Suatu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan ketika kita mengalami kesesakan, kata sesak disini bisa dalam bentuk penyakit, seperti asma, TBC, Pneumonia, Emboli Paru dan mungkin juga penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat terkenal saat-saat ini yaitu Corona (Covid 19) atau juga sesak yang disebabkan oleh tekanan masalah, seperti masalah keluarga, ekonomi, gangguan jiwa dll. Ketika memikirkannya menimbulkan kesesakan di dada kita, seperti sudah tidak sanggup bernafas lagi. Pandemik yang terus berkelanjutan, munculnya varian-varian baru, banyaknya angka kematian dan itu terjadi di sekitar kita, sehingga membuat kekhawtiran dan bahkan ketakutan terbangun ketakutan di malam hari. Dan ini menimbulkan masalah kejiwaan, gangguan kejiwaan dan membuat kita menjado letih lesu, karena sudah berusaha mencari solusi, tapi tidak sembuh. Kiranya Firman Tuhan hari ini menjadi Solusi yang memberikan kelegaan kepada kita. Mari fokuskan perhatian kita.

Undangan Juruslamat
Matius 11:28-30; Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbena berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Benarlah perkataan pemazmur di dalam Mazmur 119:105
Bahwa : FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
Artinya : Firman Tuhan itu memberikan solusi bagi setiap permasalahan kita.
Karena ternyata melalui Firman, pada hari ini kita mebaca bahwa Tuhan Yesus pernah memberiakn undangan bagi setiap orang yang ketih lesu dan berbeban berat agar datang kepadaNya, supaya Dia memberikan kelegaan kepada kita. Wow, Ketika kita mendengar ini, persis seperti iklan obat Asma Napacin . Bagaimana dalam lklan itu, seorang wanita yang sesak, seperti diikat seluruh badannya dan ketika dia meminum obat itu seluruh tali-tali yang mengikatnya terlepas dan dia boleh kembali bernafas lega. Puji Tuhan buat undangan yang Tuhan Yesus berikan kepada kita, khususnya bagi kita yang sedang berbeban berat, karena undangannya disertai janji kelegaan. Halleluyah

Bagaimana kita menjadi letih lesu dan berbeban berat?. Beban yang kita pikul itu berdasarkan pilihan-pilihan dalam kehidupan yang kita perbuat.
- Pendidikan yang kita tempuh
- Pasangan hidup yang kita pilih
- Pekerjaan yang kita pilih
- Bisnis yang kita lakukan
- Dll

Semuanya ini menjadi titik awal beban yang masuk dalam kehidupan kita. Semakin hari semakin bertambah. Padahal kita adalah seperti sebuah produk ready made yang telah dibuat oleh penciptanya dengan visi yang telah disiapkan. Seperti sebuah handphone yang kita beli, sudah ready made (Siap pakai). Tetapi kemudian kita isi dengan segala bentuk aplikasi yang kita unduh, games-games sehingga HP tersebut berjalan lambat karena bebannya sudah terlalu berat. Kapasitasnya sudah full. Karena tidak sesuai dengan visi/tujuan hp itu dibuat. Itu sebabnya ketika setiap kali kita membeli sebuah produk, pasti disertai dengan buku manual (buku petunjuk). Dan disarankan kepada kita agar kita membacanya terlebih dalu agar tahu tujuan barang yang kita beli (Produk yang kita Beli) sehingga tidak malfungsi karena kesalahan yang kita perbuat dengan barang yang kita beli berpengaruh besar dengan nama baik pemiliknya.

Itu sebabnya setiap perusahaan, setelah mereka memberikan buku manual, mereka sertai juga dengan sebuah kertas yang berbunyi sertifikat garansi dan kertas garansi itu mengarahkan kita memperbaiki barang itu diperusahaan yang ditunjuk (Otorized Dealer).

Bagaimana Manusia Diciptakan?.
Kejadian 1:26-29, mengajarkan kepada kita bagaimana manusia diciptakan dan tujuan kita diciptkan.
Jeremiah 29:11, dengan jelas menyatakan tujuan penciptaan kita karena seperti gagalnya sebuah produk dibuat akan sangat mempengaruhi nama baik perusahaan pembuatnya, demikian juga kehidupan manusia, akan sangat mempengaruhi nama penciptanya. Dan sama seperti semua produk, punya garansinya dan ada tempat yang ditunjuk untuk memperbaikinya, itu sebabnya Yesus datang dan memberikan undangan kepada kita dan siap menuntun kita.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah PadaKu.
Bagaimana membuat suatu produk yang telah malfungsi untuk menjadi baik kembali. Maka perusahaan yang memiliki hubungan dengan pembuatnyalah yang harus memperbaikinya dan mengembalikan produk tersebut seperti semula sehingga menjadi seperti baru kembali.
Untuk itulah Yesus datang untuk memulihkan keadaan kita kembali dan memberikan kelegaan kepada kita. Selanjutnya memberikan petunjuk kepada kita, agar kita jangan lagi mengalami Overcapacity dan menjadi rusak. Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu”
Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan
Ketika kita berada pada fungsi yang benar, maka hari-hari kita akan menjadi hari yang penuh sukacita. Kita melihat bagaimana manusia pertama (Adam) menikmati hari-harinya sekalipun pada masa itu, dia masih seorang diri karena Adam senantiasa berada dalam hadirat Tuhan dan mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya.
Yohanes 15:4, Tinggalah didalamKu dan Aku didalam kamu
15:9-11, Menuruti perintahKu → Tinggal didalam Kasih
Supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh
Yesaya 32:17 → Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya

Bukankah ini yang kita inginkan? Hidup penuh sukacita melimpah-limpah damai sejahtera, hidup tenang dan tentram.
Tuhan Yesus memberkati.

Berita Terkait