Dari Bandara ke Pengabdian: Kisah Anro Sinurat Menjemput Mimpi Menjadi Abdi Negara

Kamis, 21 Mei 2026, 16:35:15 WIB

Anro dan Tita di Ruang Pelantikan PNS Kementerian Agama Tahun Pengadaan 2024

Jakarta (DBK) — Di tengah prosesi pengangkatan dan pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama Tahun Pengadaan 2024 yang berlangsung khidmat pada Kamis (21/5/2026), ada satu kisah sederhana namun begitu menyentuh hati.

Kisah itu datang dari Anro Sinurat (Anro), CPNS Ditjen Bimas Kristen dalam jabatan Pranata SDM Aparatur Terampil yang hari ini resmi dilantik menjadi seorang PNS. Di sampingnya, berdiri sang istri tercinta, Tita Okky Priandini (Tita), yang setia mendampingi sejak awal perjuangan hingga mimpi itu benar-benar terwujud.

Bagi sebagian orang, seragam ASN mungkin hanya pakaian dinas biasa. Namun bagi Anro, seragam itu adalah simbol harapan, perjuangan, dan doa panjang yang akhirnya dijawab Tuhan.

Sebelum menjadi bagian dari Kementerian Agama, Anro adalah seorang perantau asal Medan yang bekerja di sebuah perusahaan kargo di Bandara Soekarno Hatta. Di tengah kesibukan pekerjaannya kala itu, Anro pernah berpapasan dengan seorang pegawai berseragam dinas.

Dengan nada sederhana namun penuh harapan, ia sempat berkata kepada Tita,

“Keren kan kalau pakai seragam? Nanti aku juga akan menggunakan seragam itu.”

Ucapan yang mungkin terdengar seperti celotehan biasa itu ternyata menjadi doa yang hidup.

Tepat pada 21 Mei 2026, mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan.

Bagi Anro dan Tita, perjalanan menuju titik ini bukan perjalanan yang mudah. Mereka menikah pada Juni 2024. Tak lama setelah menikah, kabar pembukaan seleksi CPNS datang membawa harapan baru.

Saat itu, usia Anro sudah menginjak 34 tahun — usia maksimal untuk mendaftar CPNS.

Dengan penuh keyakinan, Tita mengambil peran besar dalam perjuangan itu. Ia membantu menyiapkan seluruh dokumen, mengunggah berkas ke portal SSCASN, hingga terus mendampingi suaminya melewati setiap tahapan seleksi.

Saat Anro dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tita pula yang mengantarnya mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Awalnya, Anro melamar melalui formasi umum. Namun namanya belum berhasil masuk dalam perangkingan akhir. Kesempatan itu kemudian datang kembali melalui formasi Putra-Putri Kalimantan.

Kabar penempatan di Kalimantan sempat membuat keduanya bimbang.

Meninggalkan kehidupan di Jakarta dan memulai lembaran baru di tempat yang jauh bukan keputusan yang mudah bagi pasangan muda itu. Namun setelah melalui pergumulan panjang, mereka memilih melangkah dengan iman.

Anro percaya, ketika Tuhan membuka jalan, Tuhan pula yang akan memelihara kehidupan mereka.

“Nggak usah takut, mau di Jakarta ataupun di Kalimantan, penyertaan Tuhan selalu sempurna,” pesan Tita kepada suaminya.

Kalimat sederhana itu menjadi kekuatan yang terus mereka pegang hingga hari ini.

Pelantikan PNS yang berlangsung hari ini terasa begitu istimewa bagi keduanya. Selain menjadi jawaban atas cita-cita masa kecil Anro, momen ini juga menjadi hadiah menjelang ulang tahun pernikahan mereka yang kedua.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Anro dan Tita mengaku bersyukur atas setiap proses yang telah mereka lalui bersama.

“Kami menjadi saksi kebaikan Tuhan. Hari ini seperti hadiah ulang tahun pernikahan untuk kami. Dan kami percaya Tuhan juga akan memperlengkapi kebahagiaan rumah tangga kami pada waktu-Nya,” ungkap mereka penuh haru.

Usai resmi dilantik menjadi PNS Kementerian Agama, Anro yang mendapatkan penempatan di Kalimantan berencana segera memboyong Tita untuk memulai kehidupan baru sekaligus menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Di balik seragam yang kini dikenakannya, ada perjuangan seorang suami yang tak menyerah pada keadaan, dan ada doa seorang istri yang terus percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan.

Bagi Tita, hari pelantikan itu bukan sekadar seremoni.

Itu adalah bukti bahwa perjuangan, doa, dan kesetiaan tidak pernah sia-sia.

Congratulations suamiku, akhirnya sudah dilantik jadi PNS. Terima kasih sudah berjuang untuk hidupmu dan keluarga kecil kita. Terima kasih sudah menjadi suami yang baik, suami yang sabar, yang selalu menjadi garda terdepan untuk aku,” ujar Tita.

Sementara Anro, dengan suara bergetar, menyampaikan rasa syukurnya kepada sang istri.

“Terima kasih untuk istriku yang sudah mendukung dan mendoakan aku hingga saat ini. Terima kasih sudah memilih Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu.”

Kisah Anro dan Tita menjadi pengingat bahwa di balik setiap seragam pengabdian, selalu ada perjuangan, pengorbanan, dan cinta yang turut berjalan bersama.

(Humas Bimas Kristen)

Berita Terkait