Kolaborasi Empat Satker Kemenag Gelar Pemusnahan Arsip Massal Wujudkan Tertib Administrasi
Rabu, 13 Mei 2026, 17:04:23 WIB
Dirjen didampingi Pejabat Es. 2 menandatangani berita acara pemusnahan arsipJakarta, (DBK) --- Bertempat di Auditorium HM Rasjidi, jajaran Direktorat Jenderal Bimas Kristen, Katolik, Buddha serta Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri menggelar aksi kolaboratif pemusnahan arsip pada Rabu (13/05/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola administrasi dan efisiensi birokasi di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para Direktur Jenderal, para Sekretaris Ditjen dan para pejabat eselon 2 lainnya serta Ketua STABN Raden Wijaya dan tamu undangan penting dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yakni Direktur Penyelamatan Arsip.
Pemusnahan arsip ini bukan sekadar rutinitas pembersihan gudang, melainkan prosedur hukum yang ketat untuk mengeliminasi dokumen yang sudah tidak memiliki nilai guna praktis maupun hukum.
Direktur Penyelamatan Arsip ANRI Mira Puspita Rini yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi ini. Menurutnya, kesadaran unit kerja di Kemenag untuk melakukan pemusnahan sesuai prosedur adalah bukti bahwa standar kearsipan nasional mulai terinternalisasi dengan baik.
"Pemusnahan yang dilakukan hari ini telah melalui tahapan verifikasi dan penilaian yang Panjang. Hal ini penting agar tidak ada memori kolektif bangsa atau dokumen negara yang bernilai sejarah yang ikut musnah secara tidak sengaja," tegasnya.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menyampaikan pelaksanaan pemusnahan arsip merupakan suatu langkah nyata dalam tata kelola birokrasi yang modern.
"Kegiatan ini bukan sekedar rutinitas administrasi dalam rangka membuang tumpukan kertas tetapi lebih dari pada itu, ini merupakan suatu simbol pembersihan pada birokrasi kita agar menjadi lebih lincah, lebih efisien dan akuntabel," kata Dirjen.
"Saya ingin mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman semua untuk kolaborasi dan semangat kerjasama yang luar biasa ini. Saya percaya melalui kolaborasi yang kita laksanakan ini membuktikan bahwa meskipun kita berasal dari agama yang berbeda-beda, tetapi kita memiliki komitmen yang sama dalam hal tertib administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi kearsipan nasional," sambungnya.
Lebih lanjut, Dirjen menegaskan bahwa arsip merupakan memori kolektif bangsa, namun arsip yang tidak dikelola dengan baik yang sudah melampaui masa kegunaannya hanya akan menjadi beban. Beban di ruangan, beban di biaya pemeliharaan, dan beban di dalam kecepatan pencarian informasi.
"Pemusnahan arsip yang sudah tidak bernilai guna memiliki urgensi yang sangat tinggi karena: Pertama untuk menjamin efisiensi dan efektivitas ruang penyimpanan arsip, untuk menciptakan ruang gerak yang lebih sehat bagi produktifitas pegawai. Kedua untuk menjaga keamanan informasi agar tidak disalahgunakan. Dan Ketiga transformasi digital, dengan memusnahkan arsip fisik menjadi transisi menuju era paperless," tandas Dirjen.
"Melalui kegiatan ini tentunya kita tidak berhenti pada seremoni pemusnahan saja, tetapi mari kita jadikan kegiatan ini sebagai titik tolak untuk meningkatkan kompetensi arsiparis. Para arsiparis kita adalah garda terdepan penyelamat informasi negara. Saya memberikan apresisasi kepada para arsiparis yang telah bekerja dengan berdedikasi, ketelitian, dan tanggung jawab dalam melaksanakan proses penilaian hingga pemusnahan arsip," tukasnya.
Acara ditutup dengan penghancuran dokumen secara simbolis menggunakan mesin pencacah kertas dan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip oleh para pimpinan satuan kerja disaksikan oleh pihak ANRI. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Buddha, dan STABN Raden Wijaya Wonogiri diharapkan dapat lebih fokus pada pengelolaan arsip aktif yang lebih produktif dan mendukung layanan publik yang lebih prima.
(Humas Bimas Kristen)
Berita Terkait
- Dari Bandara ke Pengabdian: Kisah Anro Sinurat Menjemput Mimpi Menjadi Abdi Negara
- 50 CPNS Ditjen Bimas Kristen Resmi Dilantik Menjadi PNS
- Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual
- Kemenag Perketat Validasi Data dan Terapkan Sistem Satu Pintu Informasi Terpusat
- ASN Bimas Kristen Diminta Tingkatkan Disiplin dan Kesiapan Data di Tengah Efisiensi Anggaran
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 2250 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali