Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dan Persaudaraan Lintas Iman dalam Rakornas PGPI 2025
Jumat, 17 Oktober 2025, 22:45:36 WIB

Jakarta (DBK)---Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas agama melalui konsep ekoteologi dan penguatan nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa. Hal ini disampaikan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) 2025 di Jakarta.
“Semakin bersahabat kita dengan alam, semakin lama pula dunia ini bertahan. Agama apa pun pasti mengajarkan cinta kepada bumi dan kehidupan, dengan begitu, menjaga bumi adalah wujud nyata cinta kepada Tuhan”, jelasnya di Ballroom Mentawai, Hotel Novotel, Jakarta, Jum’at (17/10/25).
Salah satu hal yang disoroti Menag adalah keberadaan terowongan penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, yang disebutnya sebagai simbol persaudaraan antarumat beragama. “Terowongan ini bukan sekadar proyek arsitektur, tetapi ikon persaudaraan. Di satu sisi terdengar lonceng gereja, di sisi lain beduk masjid, melambangkan harmoni dua rumah ibadah,” ujar Menag.
Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa rumah ibadah seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual, tetapi juga sebagai rumah kemanusiaan dan persahabatan. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang membuka masjidnya bagi tokoh lintas agama sebagai wujud toleransi dan kasih sayang.
“Masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya bukan hanya tempat ritual, tetapi rumah kemanusiaan dan persaudaraan. Siapa pun boleh masuk, karena Tuhan tidak pernah membatasi kasih-Nya hanya pada satu golongan,” ujar Menag.
Dalam paparannya, Menag memperkenalkan gagasan ekoteologi, yakni pendekatan teologi yang menekankan kesadaran ekologis dan kepedulian terhadap alam. Ia menilai istilah seperti deradikalisasi dan moderasi beragama sebaiknya digantikan dengan konsep yang lebih positif dan universal.
“Semakin bersahabat manusia dengan alam, semakin lama dunia ini bertahan. Semua agama mengajarkan cinta terhadap ciptaan Tuhan,” tegasnya.
.jpeg)
Menag juga menyoroti kesamaan nilai antara agama-agama samawi yang berakar dari tradisi Abrahamik. Menurutnya, semakin manusia memahami teologinya, semakin mudah ia menemukan kesamaan nilai-nilai ajaran dengan agama lain, yakni nilai cinta dan kasih sayang. Sebaliknya, jika seseorang terlalu fokus pada perbedaan doktrin dan tata cara ibadah, hal itu justru dapat menumbuhkan jarak dan kebencian.
“Semakin manusia memahami teologinya, semakin bertemu juga pada kesamaan nilai-nilai ajaran dengan agama lain, yaitu cinta. Jika terlalu fokus pada perbedaannya terlebih dahulu, maka hanya akan berujung kepada kebencian,” ujar Menag.
Dalam konteks pendidikan agama, Menag mengusulkan penerapan “Kurikulum Cinta” yang menumbuhkan kasih dan empati lintas iman. Ia juga mengajak masyarakat melakukan transformasi teologis menuju pemahaman ketuhanan yang lebih lembut dan penuh kasih. “Tuhan lebih menonjolkan kasih-Nya daripada kekuasaan-Nya. Agama seharusnya mengajarkan cinta, bukan kebencian,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Menag menyerukan agar seluruh umat beragama menjadikan agama sebagai modal sosial untuk memperkuat keutuhan bangsa. Ia menegaskan, semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin jauh ia dari perilaku destruktif. “Rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan. Semakin banyak orang mendekat kepada Tuhan, semakin aman negeri ini,” tutur Menag.
“Indonesia adalah negara paling plural di bawah kolong langit, dan semoga menjadi negara paling rukun di dunia,” pungkasnya.
Turut Hadir Mendampingi Menag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, Stafsus Menag Gugun Gumilar, dan hadir jajaran pengurus PGPI dari seluruh Indonesia
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis : Evanglie Manarisip
Editor : Gloria de Fretes
Berita Terkait
- Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara 2025, Perkuat Solidaritas di Momen Natal
- Kemenag Gelar Natal Perdana di TMII, Teguhkan Nilai Kasih dan Moderasi Beragama
- Aksi Kasih Kemenag untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Menag Sapa Jemaat GMIM Sentrum, Natal Momentum Perkuat Solidaritas dan Kerukunan
- Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Rawat Kasih dan Iman dari Keluarga
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali