Kemenag Gelar Natal Perdana di TMII, Teguhkan Nilai Kasih dan Moderasi Beragama
Selasa, 30 Desember 2025, 09:16:46 WIB

Jakarta (DBK) — Kementerian Agama menyelenggarakan Festival Kasih Nusantara Tahun 2025, Senin, 29 Desember 2025, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Perayaan ini menjadi momentum memperkuat nilai kasih, persaudaraan, dan moderasi beragama, serta semangat inklusif “Natal For All” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
.jpeg)
Acara ini diawali dengan Ibadah Natal Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik, serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, serta doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit dan lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan Festival Kasih Nusantara 2025: C-LIGHT – Christmas, Love in God, Harmony Together, yang dihadiri oleh sekira 2.500 peserta lintas agama, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang turut menghibur peserta dengan menyanyikan lagu “Laskar Pelangi”, perwakilan dari Kapolri, Kepala Otorita IKN Nusantara yang diwakili oleh Troy Pantouw, para Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, serta seluruh undangan beragama Kristen dan Katolik yang mengikuti Ibadah Natal sebelumnya. Tema C-LIGHT sendiri merupakan singkatan dari Christmas – Love in God, Harmony Together, yang menggambarkan makna Natal sebagai perayaan kasih Tuhan yang lahir menyinari dunia dan panggilan untuk hidup rukun bersama dalam keberagaman bangsa Indonesia.

Menteri Agama dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaan Natal Kemenag ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak Republik Indonesia hadir.
“Malam ini kita membuat sejarah, selama ini rekan-rekan kita dari Katolik dan Kristen mengadakan Natal masing-masing, tapi kali ini kita coba menghimpun energi kebersamaan,” kata Menag.
“Pelaksanaan Natal ini dilakukan dalam suasana keprihatinan sekaligus membuktikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar, bahwa kalian tidak sendiri, semua sesama warga bangsa ada bersama kalian, buktinya tiada Natal kali ini tanpa doa kepada Anda semuanya,” jelas Menag.
Menag bercerita saat hadir dalam rangkaian Natal di Sorong, Papua Barat Daya, selain berdoa, umat juga mengumpulkan bantuan bagi saudara-saudaranya yang ada di ujung barat Indonesia.” Inilah Indonesia”, tegas Menag.
Dalam Laporannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan bahwa Ibadah Natal Bersama dan Festival Kasih Nusantara ini dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring
Perayaan Natal bersama Kemenag ini dilaksanakan secara khusus oleh aparatur sipil negara yang beragama Kristen dan Katolik. Menurut Dirjen, rangkaian kegiatan perayaan Natal Kemenag merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.
“Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.
Dirjen menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama di Jakarta dan Sorong, santunan kepada anak panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-LIGHT di Surabaya, Manado, dan Sorong, aksi kasih bagi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Bersih-bersih rumah ibadah di Bandung, dan Peluncuran Buku Ekoteologi dan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta bagi siswa Kristen.
Festival ini menjadi ruang ekspresi budaya, pelayanan, dan kesaksian iman yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman. Perayaan dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah, antara lain paduan suara dan orchestra, tarian daerah, angklung, kolintang, barongsai, serta penampilan solois dari guru agama, dosen, dan peserta didik. Seluruh rangkaian penampilan ini memperkaya pengalaman perayaan iman yang inklusif dan penuh kebersamaan.
Perayaan Natal Kementerian Agama Tahun 2025 dirangkaikan pula dengan semangat “Natal For All” narasi inklusif yang menegaskan bahwa perayaan kasih dan harmoni Natal terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa melihat latar belakang budaya, sehingga menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama dan kerjasama sosial yang nyata.
Melalui rangkaian perayaan Natal Tahun 2025 ini, Kementerian Agama berharap nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, dan semangat “Natal For All” semakin menguat serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa.
Berita Terkait
- Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara 2025, Perkuat Solidaritas di Momen Natal
- Aksi Kasih Kemenag untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Menag Sapa Jemaat GMIM Sentrum, Natal Momentum Perkuat Solidaritas dan Kerukunan
- Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Rawat Kasih dan Iman dari Keluarga
- Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik, Tertinggi dalam 11 Tahun
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali