Menag Resmi Tutup Pesparawi Nasional XIV Papua Barat
Minggu, 28 Juni 2026, 21:23:45 WIB

Manokwari (DBK) — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menutup rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026). Menag menegaskan, PESPARAWI bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan, merawat kerukunan, serta mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Dalam beberapa hari terakhir, mata dan hati bangsa Indonesia tertuju ke Papua Barat. Kita menyaksikan kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu bingkai persaudaraan sejati. Melalui alunan pujian, kita tidak hanya menikmati keindahan harmoni vokal, tetapi juga menyaksikan indahnya kehidupan rukun dalam keberagaman yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Menag.
Menurut Menag, PESPARAWI mengajarkan filosofi bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan berbagai perbedaan untuk berjalan bersama, saling menghormati, saling menopang, dan saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama. Di tengah berbagai tantangan global dan nasional, bangsa Indonesia membutuhkan semakin banyak ruang perjumpaan seperti Pesparawi untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat komitmen menjaga kebinekaan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Menag juga mengapresiasi keberhasilan PESPARAWI Nasional XIV mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”. Menurutnya, tema tersebut merupakan implementasi nyata dari salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni penguatan ekoteologi.
“Melalui perhelatan ini kita diingatkan bahwa tanggung jawab keagamaan tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga mencakup kewajiban moral dan spiritual untuk menjaga alam semesta sebagai ciptaan Tuhan,” katanya.
Menag menyebut keterlibatan sekitar 8.000 peserta beserta ribuan pendukung dalam gerakan ramah lingkungan telah membangun kesadaran kolektif yang kuat. Berbagai praktik sederhana seperti membawa tumbler pribadi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memilah sampah menjadi kontribusi nyata dalam mendukung visi Indonesia yang ASRI (aman, sejuk, resik, dan indah).
Ia berharap budaya ramah lingkungan yang telah dibangun selama Pesparawi tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya kegiatan, tetapi terus dibawa pulang dan diterapkan di daerah serta lingkungan pelayanan masing-masing peserta.
“Kita telah mendeklarasikan kepada dunia bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kepada seluruh kontingen, Menag menegaskan bahwa setiap peserta adalah pemenang karena telah membawa misi perdamaian, persatuan, dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, kemenangan sejati bukan semata-mata ditentukan oleh trofi yang diraih, melainkan oleh kontribusi dalam menghadirkan wajah Indonesia yang damai, harmonis, toleran, dan penuh kasih.
Di akhir sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), seluruh panitia, TNI/Polri, para pemimpin gereja, relawan, serta semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV sehingga berlangsung aman, tertib, dan damai.
Menag juga mengajak seluruh peserta membawa semangat persaudaraan dan kerukunan dari Tanah Papua Barat ke daerah masing-masing sebagai energi untuk terus memperkuat persatuan bangsa.
“Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, rangkaian acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkas Menag.
(Humas Bimas Kristen)
Berita Terkait
- Tak Sempat Tampil di PESPARAWI Nasional XIV, Tiga Provinsi Tetap Terima Apresiasi
- Grand Prix Perdana Jadi Milik Sulawesi Utara, Piala Presiden Ikut Diboyong
- Dirjen: PESPARAWI Nasional XIV Buktikan Indonesia Rumah Aman bagi Semua
- Menag di Papua Barat: Kementerian Agama Harus Jadi Rumah yang Menghadirkan Keteduhan
- Menag Kunjungi Mansinam, Pulau Peradaban Orang Papua
Berita Terpopuler
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 9087 kali
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali