Pimpin Natal Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu “Tawaang”, Dirjen Bimas Kristen Soroti Ketahanan Keluarga

Jumat, 09 Januari 2026, 21:04:27 WIB

Tomohon (DBK) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, memimpin Ibadah Perayaan Natal Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu “Tawaang” Kota Tomohon yang diselenggarakan di Jemaat GMIM Baitani Tomohon, Jumat, (09/01/2026). Perayaan Natal ini mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.”

Dalam khotbah Natalnya, Dirjen menyampaikan bahwa esensi Natal adalah kehadiran Allah di tengah keluarga. Ia menegaskan bahwa dalam merayakan kisah kelahiran Yesus, perhatian sering kali tertuju pada simbol-simbol Natal, namun peran keluarga Yusuf dan Maria kerap terabaikan.

“Allah memilih hadir melalui sebuah keluarga. Yusuf dan Maria menjadi teladan keluarga yang mau mendengarkan Tuhan dan taat pada kehendak-Nya,” ujar Jeane Marie Tulung.

Ia menjelaskan bahwa Yusuf mengalami pergumulan besar ketika harus bertanggung jawab terhadap Maria, demikian sebaliknya. Namun, melalui ketaatan dan kesediaan untuk mendengarkan suara Tuhan, keluarga ini dipakai Allah dalam rencana keselamatan.

“Sebagai orang percaya, dalam menghadapi pergumulan apakah mau mengikuti pikiran kita? Atau sama seperti Yusuf dan Maria mau mendengar apa kata Tuhan dan membuka hati untuk kehadiranNya,” jelas Dirjen.

Dirjen juga menekankan pentingnya keluarga sebagai bagian dari budaya. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, keluarga harus menjadi ruang utama dalam membangun komunikasi, nilai iman, dan karakter.

“Keluarga adalah tempat berbicara, tempat membangun komunikasi yang sehat, serta fondasi dalam mewariskan nilai-nilai iman dan budaya kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menyikapi perkembangan zaman yang dapat menggerus nilai-nilai kehidupan keluarga. Ia menambahkan bahwa tema tentang keluarga juga menjadi perhatian utama dalam Seminar Natal Nasional, khususnya dalam merespons berbagai tantangan kontemporer yang berdampak langsung pada ketahanan keluarga.

“Dalam Seminar Natal Nasional, isu keluarga dibahas secara serius, terutama terkait maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang telah merusak sendi-sendi kehidupan keluarga. Fenomena ini bahkan dapat memicu tindak kejahatan di dalam keluarga itu sendiri,” ujarnya. Karena itu, keluarga perlu diperkuat agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai iman dan budaya,” ujarnya.

Dalam konteks budaya Tombulu, Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa pegiat budaya harus menjadi teladan hidup dan meninggalkan legasi yang baik bagi anak cucu, sehingga keluarga dan budaya dapat menjadi benteng moral bagi generasi penerus.

Perayaan Natal Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu ini menjadi wujud sinergi antara iman, keluarga, dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Turut hadir Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kota Tomohon dan FORKOPIMDA, Kepala Kemenag Kota Tomohon, diwakili oleh Kasie Bimas Kristen, Pengurus Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan umat.

Berita Terkait