Dirjen Bimas Kristen Tekankan Natal sebagai Terang Harapan bagi Tunanetra Kristiani

Sabtu, 10 Januari 2026, 22:56:39 WIB

Jakarta (DBK)---Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Direktur Urusan Agama Kristen Luksen James Mayor menghadiri Perayaan Natal Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (PETKI). (10/01/2026)

Dalam sambutan Direktur Jenderal Bimas Kristen yang dibacakannya, Natal ditegaskan sebagai peristiwa iman yang menghadirkan terang Allah yang tidak pernah padam, termasuk di tengah berbagai keterbatasan fisik manusia.

“Natal adalah terang Allah yang tidak dapat dipadamkan oleh keterbatasan apa pun. Terang yang menghidupkan pengharapan, meneguhkan panggilan, dan memperbarui komitmen untuk saling melayani,” ujar Luksen.

Pada kesempatan tersebut, Luksen menyampaikan apresiasi tinggi kepada PETKI yang selama ini konsisten melayani penyandang disabilitas netra Kristiani di Indonesia. Dengan 15 Dewan Pimpinan Daerah di tingkat provinsi serta jangkauan pelayanan kepada 28.226 tunanetra Kristiani, PETKI dinilai telah menjadi wadah pengharapan, pemberdayaan, dan penguatan iman.

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mencerminkan wajah-wajah penuh harapan, iman yang teguh, serta kerinduan untuk tetap berkarya bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa pesan Natal mengajarkan nilai kesederhanaan dan penerimaan atas keterbatasan manusia. Kelahiran Yesus di palungan menjadi simbol bahwa keterbatasan tidak pernah mengurangi martabat manusia maupun menghalangi panggilan ilahi dalam kehidupan orang percaya.

Perayaan Natal PETKI juga dipandang sejalan dengan visi organisasi, yakni mewujudkan iman Kristiani dalam kehidupan tunanetra Kristiani serta membuka kesempatan yang setara di berbagai aspek kehidupan demi mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi yang layak.

Dalam terang Natal, iman Kristiani tidak hanya dimaknai sebagai keyakinan pribadi, tetapi iman yang hidup, nyata, dan berbuah dalam tindakan sehari-hari. Natal menjadi momentum penguatan iman, kebersamaan, dan solidaritas di antara anggota PETKI sebagai satu tubuh Kristus yang saling menopang dan menguatkan.

Menurut Luksen, perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak pembaruan semangat pelayanan rohani, sosial, dan pemberdayaan. Melalui pengembangan bakat seni, musik, dan kreativitas, PETKI turut membangun jembatan menuju kesetaraan serta mendorong partisipasi penuh penyandang disabilitas netra dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berdampak. PETKI merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, berkeadilan, dan bermartabat,” tegasnya.

Menutup sambutan, Luksen mengajak seluruh keluarga besar PETKI untuk terus berjalan dalam iman, berkarya sesuai talenta yang Tuhan percayakan, serta menjadi saksi Kristus yang menghadirkan terang, damai, dan kasih.

“Kiranya Natal ini menjadi momentum pembaruan iman, penguatan kebersamaan, dan peningkatan pelayanan demi membangun Indonesia yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait