Wakili Dirjen Bimas Kristen, Marvel Ed Kawatu Hadiri Perayaan Natal Nasional PGLII

Sabtu, 24 Januari 2026, 23:01:56 WIB

Jakarta (DBK)---Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, Kasubdit Kelembagaan, Marvel Ed Kawatu menghadiri dan memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII). Acara tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan pengharapan, serta dihadiri oleh para pimpinan gereja, lembaga Injili, dan umat Kristen dari berbagai daerah. (24/01)

Dalam sambutan tertulis Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung yang dibacakan oleh Marvel Ed Kawatu, disampaikan ucapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga umat dapat berkumpul dan merayakan Natal bersama. Natal ditegaskan sebagai momentum iman yang mengingatkan bahwa Allah hadir dan bertindak menyelamatkan di tengah dunia yang penuh tantangan.

Tema Natal Nasional PGLII tahun ini, “Allah mengutus Anak-Nya supaya dunia diselamatkan melalui Dia” (Yohanes 3:17), disebut sebagai inti dari Injil yang menegaskan kasih Allah yang memulihkan dan menyelamatkan. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari bencana alam, krisis sosial dan ekonomi, hingga tantangan yang dihadapi generasi muda.

“Pesan Natal tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus menjadi kabar keselamatan yang nyata dan membumi,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut. Kelahiran Yesus Kristus dipahami sebagai bukti kehadiran Allah di tengah keterbatasan dan kerentanan manusia, yang menyentuh seluruh aspek kehidupan, baik spiritual, sosial, maupun kemanusiaan.

Lebih lanjut, Marvel menegaskan peran strategis gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili yang berhimpun dalam PGLII untuk menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gereja dipanggil tidak hanya untuk memberitakan keselamatan, tetapi juga mewujudkannya melalui pelayanan kasih, solidaritas kemanusiaan, serta kepedulian sosial.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, gereja juga diharapkan terus berperan aktif dalam merawat kerukunan dan persaudaraan. Kementerian Agama, melalui Ditjen Bimas Kristen, senantiasa mendorong penguatan kerukunan umat beragama dan mengajak gereja menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan berbangsa yang rukun, adil, dan bermartabat.

Selain itu, sambutan tersebut juga menyoroti tanggung jawab gereja terhadap kelestarian lingkungan hidup. Krisis ekologis yang terjadi dipandang sebagai panggilan iman bagi gereja untuk menumbuhkan spiritualitas yang peduli lingkungan dan mendorong gaya hidup yang bertanggung jawab sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan.

Melalui Perayaan Natal Nasional PGLII ini, Kami mengajak seluruh umat untuk meneguhkan kembali panggilan sebagai umat yang telah diselamatkan dan diutus untuk menjadi terang, pembawa damai, serta sumber pengharapan di tengah masyarakat.

“Kiranya Natal ini memperbarui iman, menguatkan komitmen pelayanan, serta meneguhkan langkah gereja-gereja Injili untuk terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait