Perayaan Imlek 2577 Kongzili Teguhkan Komitmen Pemerintah terhadap Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

Minggu, 22 Februari 2026, 21:56:37 WIB

Jakarta (DBK)---Pemerintah menempatkan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa. Komitmen strategis ini ditegaskan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberagaman Indonesia adalah kekuatan besar yang harus terus dirawat demi menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perayaan yang digelar oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta, Minggu (22/2/2026), berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Menteri Agama menyampaikan salam hangat serta rasa hormat dari Presiden kepada seluruh umat Khonghucu di tanah air. Menag menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap umat beragama dapat menjalankan keyakinannya dengan aman dan damai.

Menag menggarisbawahi bahwa umat Khonghucu telah lama menjadi bagian penting dalam mozaik keberagaman Indonesia. Kontribusi mereka, baik dalam bidang sosial, budaya, maupun pendidikan, menjadi bukti bahwa perbedaan etnis dan agama bukanlah penghalang, melainkan instrumen penguat persatuan kebangsaan. Keberagaman yang terawat dengan baik justru menjadi energi besar dalam membangun peradaban bangsa.

Menurut Menag, perayaan Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebuah ritus yang sarat makna spiritual dan budaya. Menag menangkap fenomena sosiologis yang menggembirakan, di mana kemeriahan Imlek tahun ini terasa semakin semarak dan gaungnya kian lekat di tengah masyarakat luas. Hal ini menjadi indikator kedewasaan bangsa yang semakin matang dalam memberi ruang ekspresi bagi kebudayaan satu sama lain.

Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi kepada MATAKIN atas perannya dalam merawat harmoni bangsa. Nilai-nilai universal dalam ajaran Khonghucu seperti cinta kasih, kepercayaan, dan kejujuran dinilai selaras dengan nilai luhur bangsa yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan gotong royong. Prinsip-prinsip tersebut menjadi jembatan yang memperkuat relasi antarkelompok masyarakat di Indonesia.

“Persaudaraan kita sebagai bangsa yang utuh tidak boleh sedikit pun terganggu hanya karena perbedaan etnis, agama, suku, dan budaya. Umat Khonghucu telah menjadi bagian sejarah yang tak terlewatkan, memperkaya mozaik peradaban Indonesia,” tegas Menag. Beliau menambahkan, semangat ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam menciptakan masyarakat yang rukun, inklusif, dan saling menghormati.

Dukungan terhadap semangat keberagaman juga tampak dari kehadiran Para pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian Agama, Dirjen Bimas Kristen yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Johni Tilaar. Kehadiran tersebut menjadi simbol komitmen lintas direktorat jenderal di lingkungan Kementerian Agama dalam memperkuat toleransi dan mempererat persaudaraan antarumat beragama. Partisipasi ini menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya wacana, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan.

Turut hadir dalam acara tersebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Yuliarto, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, bersama sejumlah tokoh agama dan jajaran Kementerian Agama.

----------------------------------------------------------------------------------------

Sumber : Biro HKP Kemenag

Berita Terkait