Kemenag Tekankan Peran Strategis Gereja dalam Memperkuat Kerukunan pada Paskah Sinode GPT 2026

Kamis, 16 April 2026, 13:26:28 WIB

Surabaya (DBK)---Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menegaskan pentingnya peran strategis gereja dalam memperkuat moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penegasan ini disampaikan dalam perayaan Ibadah Paskah Sinode Gereja Pantekosta Tabernakel Tahun 2026 yang digelar di Surabaya. (14/4)

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen yang diwakili oleh Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor, menyampaikan bahwa gereja memiliki tanggung jawab moral dan sosial sebagai agen perdamaian. Gereja diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

“Gereja harus hadir sebagai pembawa damai, membangun dialog, serta menjadi teladan dalam menghadirkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan pengharapan di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan resmi.

Lebih lanjut Luksen menyampaikan, Ditjen  Bimas Kristen menekankan bahwa Paskah tidak semata menjadi perayaan liturgis, tetapi juga momentum reflektif untuk memperkuat panggilan pelayanan gereja. Dalam konteks ini, gereja didorong untuk lebih aktif menjawab persoalan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan, penguatan ketahanan keluarga, hingga pembinaan generasi muda.

Selain itu, aspek integritas turut menjadi sorotan. Kehidupan bergereja diharapkan mencerminkan nilai transparansi, akuntabilitas, serta keteladanan, baik dari para pemimpin maupun seluruh jemaat.

Dirjen Bimas Kristen juga memberikan apresiasi kepada Sinode GPT atas kontribusinya dalam pembinaan umat, pelayanan misi, serta peran aktif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi kunci penting dalam menciptakan kehidupan beragama yang harmonis sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Melalui perayaan Paskah ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan kehidupan keagamaan yang damai, inklusif, dan berkeadilan, serta semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Berita Terkait