Wisuda IAKN Toraja 2026: Dirjen Bimas Kristen Serukan Integrasi Iman dan Teknologi di Era Disrupsi

Jumat, 17 April 2026, 12:14:56 WIB

TANA TORAJA (DBK)---Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja pada prosesi Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun 2026 sebanyak 142 orang, Jumat 17 April 2026. Dalam momentum bersejarah ini, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menyampaikan pesan kuat mengenai reposisi peran pendidikan tinggi keagamaan di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para wisudawan bukanlah sekadar simbol pencapaian intelektual, melainkan sebuah amanah besar.
"Wisuda adalah penanda bahwa Saudara kini dipanggil untuk memasuki medan pengabdian yang lebih luas. Gelar ini adalah amanah untuk menghadirkan integritas di tengah gereja, masyarakat, dan bangsa," pesannya di hadapan para wisudawan.


Menyoroti dinamika dunia yang diwarnai disrupsi teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga krisis ekologis, Dirjen menekankan pentingnya institusi pendidikan Kristen untuk tidak hanya terpaku pada teologi normatif. IAKN Toraja dan lulusannya didorong untuk menjadi institusi yang kontekstual, kritis, dan transformatif.


Ada empat poin penting yang ditekankan sebagai bekal bagi para lulusan:
1. Relevan dan Berdampak: Ilmu pengetahuan harus mewujud dalam karya nyata yang menjawab kebutuhan zaman.
2. Integrasi Iman dan Ilmu: Menghapuskan sekat antara spiritualitas dan realitas kehidupan sehari-hari.
3. Karakter dan Integritas: Moralitas harus sejalan dengan kompetensi intelektual di tengah krisis nilai dunia.
4. Kepekaan Kemanusiaan dan Lingkungan: Mewujudkan iman melalui kepedulian terhadap sesama dan kelestarian ciptaan Tuhan.


Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama, Dirjen menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong Pendidikan Unggul, Pendidikan Ramah, dan Pendidikan Terintegrasi. Lulusan IAKN Toraja diharapkan menjadi representasi dari visi tersebut—pribadi yang kompeten secara profesional namun tetap rendah hati dalam relasi kemanusiaan.


"Dunia menantikan kontribusi Saudara. Bukan hanya tentang apa yang Saudara ketahui, tetapi tentang siapa Saudara dalam karakter dan panggilan hidup," pungkasnya menutup sambutan dengan penuh semangat. (RAS)

Berita Terkait