Pontianak (DBK)---SMAK SETIA Pontianak mengikuti kegiatan Pertemuan Kolaborasi Program Penyakit Tidak Menular (PTM) yang diselenggarakan pada Senin, 25 Mei 2026 di Aula Nur Arifin Na’im, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan organisasi masyarakat sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung Program Penyakit Tidak Menular (PTM).
.jpeg)
Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari pihak penyelenggara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat di Kota Pontianak. Selanjutnya peserta mengikuti pemaparan materi terkait berbagai jenis penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, kanker, dan obesitas yang saat ini menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, berhenti merokok, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan semakin interaktif melalui sesi diskusi dan sharing program antar lembaga yang membahas tantangan penanganan PTM, strategi pencegahan, kerja sama lintas sektor, hingga pengembangan program kesehatan di lingkungan sekolah, gereja, kantor, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, tinggi badan, serta lingkar perut. Peserta turut mengikuti senam sehat bersama sebagai bentuk kampanye hidup aktif dan sehat.
Narasumber pertama, dr. Fujiyanto, SoPD menyampaikan materi tentang pentingnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular di lingkungan instansi. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa budaya hidup sehat perlu dibangun melalui pemeriksaan kesehatan rutin, peningkatan aktivitas fisik, pola makan sehat, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan dan produktivitas.
Narasumber kedua, Wahyudi, S.Si., Apt., MKM memaparkan kebijakan pencegahan dan pengendalian PTM di Kota Pontianak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program PTM membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, optimalisasi Posbindu PTM, serta dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Sementara itu, dr. Saptiko, M.Med.PH menyampaikan materi mengenai tata kelola era transformasi kesehatan di Indonesia. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa transformasi kesehatan menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan layanan primer, digitalisasi layanan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, serta pemerataan akses pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala SMAK SETIA Pontianak, Dr. Gihon Nenabu, M.Th., M.Pd memberikan respon positif dan menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk mendukung program skrining kesehatan lengkap bagi jemaat GKSI SABAS Betesda Pontianak, peserta didik usia 15 tahun ke atas, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua/wali siswa di lingkungan Persekolahan SETIA Pontianak mulai dari PAUD, SDTK, SMPTK, SMAK hingga STAK melalui kerja sama bersama Puskesmas Siantan Hulu.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), penandatanganan komitmen bersama lintas sektor, serta foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Kota Pontianak.
Sebanyak 47 peserta hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari perwakilan puskesmas, perguruan tinggi, sekolah, instansi pemerintah, rumah sakit, serta dunia usaha di wilayah Kota Pontianak.
-----------------------------------------------------------------------
Kontributor : Gihon Nenabu.