Tutup Paskah Nasional V di Sulteng, Menag Ajak Umat Perkuat Solidaritas dan Persatuan

Senin, 27 April 2026, 09:28:16 WIB

Palu (DBK) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani jadikan semangat Paskah sebagai momentum memperkuat solidaritas dan persatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan saat menutup rangkaian Paskah Nasional V 2026 di Lapangan Mako Brimob, Desa Loru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (26/4/2026).

Puncak Perayaan Paskah Nasional yang mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dalam Kasih dan Pengharapan” Ini menegaskan bahwa panggilan iman umat kristiani tidak hanya tentang mengalami kebangkitan secara spiritual, tetapi juga menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Turut hadir mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Gugun Gumilar, Dirjen Bimas Kristen, Kristen, Jeane Marie Tulung, Dirjen Bimas Katolik, Suparman. Hadir pula pimpinan aras gereja yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa Paskah Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan peristiwa iman yang memperkuat refleksi kebangsaan serta komitmen hidup dalam keberagaman.

“Momentum ini adalah peristiwa iman yang mengajak kita untuk meneguhkan komitmen sebagai anak bangsa yang hidup dalam keberagaman, namun tetap bersatu dalam persaudaraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa nilai-nilai Paskah seperti pengorbanan, kebangkitan, dan pengharapan baru merupakan inspirasi universal dalam membangun kehidupan bangsa yang berkeadilan. “Kebangkitan Kristus harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti memperkuat solidaritas sosial, mempererat persatuan, dan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Penyelenggaraan Paskah Nasional di Palu dan Sigi juga menjadi bukti nyata bahwa kerukunan umat beragama dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman suku, budaya, dan agama di Sulawesi Tengah berpadu dalam harmoni yang mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia.

Menag menegaskan pentingnya kerja sama dan sinergi seluruh elemen masyarakat sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa. Umat beragama, termasuk umat Kristiani, diharapkan terus berperan sebagai penjaga moralitas, pembawa damai, dan perekat sosial.

“Toleransi bukan hanya menerima perbedaan, tetapi merupakan komitmen aktif untuk saling menghormati dan bekerja sama dalam keberagaman,” tegasnya.

“Semangat kebangkitan Kristus hendaknya tidak berhenti pada perayaan ini, tetapi menjadi kekuatan untuk terus berkarya, melayani, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Berita Terkait