Pelaksanaan TKA SDTK 2026 Berjalan Lancar, Partisipasi Capai 88,41 Persen
Sabtu, 02 Mei 2026, 10:15:58 WIB

Jakarta (DBK)---Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen Tingkat Dasar atau Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) Tahun Pelajaran 2025/2026 berlangsung dengan lancar meskipun masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. (30/4)

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik peserta didik dari jenjang dasar hingga menengah. Pada tingkat sekolah dasar, termasuk SDTK, asesmen ini menitikberatkan pada kemampuan literasi dan numerasi, serta mendorong keterampilan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah.

Materi yang diujikan dalam TKA tingkat SD berfokus pada Bahasa Indonesia, khususnya kemampuan membaca dan memahami teks, serta Matematika yang mencakup pengetahuan, representasi, dan penalaran. Soal-soal yang digunakan telah mengadopsi pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga menuntut pemahaman mendalam dan kemampuan analisis siswa.
Pelaksanaan TKA tahun 2026 berlangsung dalam beberapa gelombang pada 20–30 April 2026 dan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama RI. Khusus untuk SDTK di bawah binaan Ditjen Bimas Kristen, tercatat sebanyak 687 siswa (349 laki-laki dan 338 perempuan) mengikuti TKA dari total 777 siswa secara nasional, atau sekitar 88,41 persen. Sementara itu, sebanyak 57 SDTK dari total 63 sekolah yang memiliki kelas akhir berpartisipasi, atau sekitar 90,47 persen.
Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme satuan pendidikan keagamaan Kristen dalam menyukseskan pelaksanaan TKA tahun ini.
Dari sisi teknis, pelaksanaan TKA secara umum berjalan baik dan lancar. Hal ini terlihat dari kesiapan panitia, dukungan yayasan, serta partisipasi aktif dari satuan pendidikan. Meski demikian, sejumlah kendala masih ditemukan, seperti gangguan jaringan internet, pemadaman listrik di beberapa wilayah, serta keterbatasan sarana pendukung seperti komputer atau laptop.
Berbagai solusi dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut, di antaranya penggunaan genset sebagai sumber listrik cadangan, pemanfaatan lebih dari satu penyedia layanan internet (backup jaringan), penggunaan koneksi LAN untuk kestabilan jaringan, serta kerja sama antar sekolah dalam peminjaman perangkat.
Kasubdit Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Bimas Kristen, Antonius Lopis, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan Kristen, khususnya di tingkat dasar.
“Melalui TKA, kita memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan dasar siswa. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi peserta didik, pendidik, maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa hasil TKA diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemetaan kualitas pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga kebijakan yang diambil ke depan dapat lebih tepat sasaran.
Dengan berakhirnya pelaksanaan TKA tingkat dasar tahun ini, diharapkan asesmen ini mampu mencapai tujuan utamanya sebagai alat ukur eksternal yang objektif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia.
Berita Terkait
- Visitasi Online SMTK dan SMAK, Ditjen Bimas Kristen Tetap Jaga Kualitas Pembinaan Pendidikan Menengah
- SMTK Mamasa Gelar Kegiatan Prakarya dan Kewirausahaan Bertema Olahan Makanan Internasional
- SMAK SETIA Pontianak Dukung Program PTM melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Kota Pontianak
- SDTK–SMPTK–SMAK Setia Pontianak Gelar Pelepasan dan Pengutusan Siswa/i Tahun 2026
- Semangat “Torang Samua Basudara” Hidup dalam Kegiatan Diakonia Paskah di SMTK Kristo Manado
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali