Kemenag: Pastoral Keluarga Perkuat Ketahanan Bangsa di Tengah Keberagaman Indonesia
Jumat, 05 Juni 2026, 07:18:59 WIB

Manado (DBK) — Kementerian Agama menegaskan pentingnya penguatan nilai spiritual umat beragama dan pastoral keluarga sebagai fondasi ketahanan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, saat memberikan sambutan sebagai keynote speaker pada Konvensi Pastoral Nasional (Konpasnas) Asosiasi Pastoral Indonesia (API), yang digelar di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Sulawesi Utara, Rabu (4/6).
Jeane menyampaikan apresiasi kepada atas terselenggaranya Konpasnas yang dinilai sebagai forum strategis dalam memperkuat kehidupan beragama dan berbangsa.
“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ikhtiar rohani dan intelektual yang sangat strategis dalam memperkuat fondasi kehidupan beragama dan berbangsa di Indonesia,” ujar Jeane.
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang dikaruniai keberagaman luar biasa, terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa daerah, serta berbagai agama dan kepercayaan. Keberagaman tersebut harus dipandang sebagai kekayaan yang menjadi kekuatan bangsa.
“Keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekayaan hakiki, sebuah mozaik indah yang jika dirawat dengan benar akan melahirkan kekuatan yang luar biasa,” katanya.
Dirjen juga mengingatkan bahwa era disrupsi digital dan perubahan sosial yang cepat menghadirkan tantangan baru berupa polarisasi sosial, individualisme, serta pengikisan nilai-nilai moral. Karena itu, penguatan spiritualitas menjadi kebutuhan mendesak agar umat beragama mampu menjadi agen perdamaian dan penggerak kesejahteraan bersama.
“Spiritualitas yang kokoh adalah jangkar kita. Ketika umat memiliki kedalaman spiritual, mereka tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh arus intoleransi atau kebencian,” lanjutnya.
Tema Konpasnas tahun ini, “Pastoral dan Eklesia Domestika: Penguatan Pastoral Keluarga untuk Perwujudan Peran Gereja bagi Bangsa.” Menurut Dirjen, sejalan dengan posisi keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam pembentukan iman, karakter, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam tradisi Kristiani, konsep Eklesia Domestika atau Gereja Rumah Tangga memiliki makna mendalam karena keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk belajar tentang kasih, pengorbanan, kejujuran, penghargaan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sebagai warga bangsa.
“Keluarga adalah sekolah kemanusiaan dan sekolah spiritualitas yang pertama. Dari keluarga yang kuat akan lahir warga negara yang tidak hanya taat pada agamanya, tetapi juga cinta pada tanah airnya,” ujar Jeane.
Dirjen menilai penguatan pastoral keluarga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarga masa kini. Tantangan tersebut meliputi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan keluarga, dampak digitalisasi terhadap kehidupan keluarga, serta tantangan relasional yang berpengaruh pada keutuhan rumah tangga.
Dirjen juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menguatkan program Moderasi Beragama. Menurutnya, moderasi beragama bukanlah upaya mengurangi ajaran agama, melainkan mengembalikan cara pandang, sikap, dan praktik beragama ke jalan tengah yang adil, seimbang, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Konsep Eklesia Domestika dan pastoral keluarga, lanjutnya, merupakan langka strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini di lingkungan keluarga. Melalui keluarga, anak-anak dapat dibentuk menjadi pribadi yang memiliki komitmen kebangsaan, sikap toleran, serta menjunjung tinggi nilai anti-kekerasan.
Menutup sambutannya, Dirjen berharap Konvensi Pastoral Nasional dapat menghasilkan strategi pastoral yang kreatif, membumi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara gereja, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat.
“Kementerian Agama siap bersinergi dan berjalan beriringan dengan seluruh lembaga keagamaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan batiniah dan lahiriah umat,” tegasnya.
Turut hadir Gubernur Sulut yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Utara, Tienneke Adam, Rektor IAKN Manado, Olivia Cherly Wuwung, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Anneke Purukan, Ketua Panitia Meily Wagiu, Pimpinan dan Pengurus Asosiasi Pastoral Indonesia, Kepala Bidang Urusan Agama Kristen dan Kepala Bidang Pendidikan Agama Kristen Kanwil Kemenag Sulut pimpinan organisasi keagamaan Kristen, teolog, katekis, praktisi pastoral, tokoh agama, penyuluh agama Kristen, serta dosen dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi keagamaan Kristen di Sulut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dilayani oleh Wakil Ketua Sinode GMIM, Pdt. Richard Mengko, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelayanan pastoral sebagai sarana menghadirkan kasih, persatuan, dan harapan bagi masyarakat.
Melalui forum tersebut, Kementerian Agama berharap lahir berbagai gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pelayanan pastoral keluarga, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan karakter bangsa berbasis keluarga dalam rangka mewujudkan Indonesia yang rukun, damai, dan sejahtera.
Berita Terkait
- Pesparawi 2026 Digelar Ramah Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan
- Bimas Kristen Ajak Gereja Wujudkan Damai Sejahtera bagi Seluruh Ciptaan pada HUT ke-76 PGI
- Tinjau Venue Pesparawi XIV, Dirjen Bimas Kristen Tekankan Kesiapan Total
- Ditjen Bimas Kristen Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional 2026, Usung Misi Ekoteologi dan Gerakan Ramah Lingkungan
- Pesparawi Nasional XIV: Ditjen Bimas Kristen Dorong Perayaan Iman yang Berdampak bagi Papua dan Indonesia
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 2470 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali