REFLEKSI MINGGU (24 Mei 2020)

Minggu, 24 Mei 2020, 01:18:41 WIB

PERPISAHAN YANG MENGHASILKAN SUKACITA

Kisah Para Rasul 1:6-8

Kolonel Yusak Tampai

(Komandan Teritorial Bala Keselamatan (BK) Indonesia)

Shalom dan Haleluya!

Damai sejahtera bagi anda sekalian, khususnya saudara-saudara sekalian pemirsa dari Mimbar Agama Kristen yang disiarkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Departemen Agama Republik Indonesia. Saya percaya Saudara sedang berada dalam keadaan yang diberkati oleh Tuhan.

Hari ini kita akan merenungkan secara khusus bagian Firman Tuhan yang merupakan refleksi dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Kristus, dan saya ingin mengajak kita untuk melihat pembacaan Firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 1:6-8 yang berkata demikian:

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Itu merupakan peristiwa atau segmen daripada peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Setelah Yesus mengucapkan kalimat-kalimat penting itu saudara-saudara sekalian, kita mengetahui Lukas mencatat Yesus Kristus terangkat ke surga disaksikan oleh murid-murid-Nya. Renungan kita pada hari ini secara khusus saya beri judul: “Perpisahan yang Melahirkan Sukacita.”

Saudara-saudara yang saya kasihi dalam nama Yesus Kristus, kita mendapati ketika Yesus akan naik ke surga, dalam percakapan mereka mengatakan: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Catatan lain dari peristiwa ini dicatat dalam Lukas 24:52-53:

“Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.”  

Saudara yang saya kasihi dalam nama Yesus Kristus, kalimat yang mencatat mereka kembali ke Yerusalem dengan sangat bersukacita itu merupakan satu hal yang sangat unik, karena ini merupakan catatan dari Injil Lukas dimana Injil Lukas dibuka dengan berita sukacita tentang kelahiran Yesus Kristus kemudian ditutup dengan pengalaman sukacita dari murid-murid Yesus setelah Ia naik ke surga. Tetapi yang menjadi hal yang lebih unik lagi saudara-saudara sekalian dan saya ingin menjadi perenungan bagi kita, mengapakah murid-murid setelah berpisah dengan Yesus, Tuhan Yesus meninggalkan mereka secara fisik untuk selama-lamanya lalu mereka pulang dengan penuh sukacita bahkan sangat bersukacita.  Maka pasti ada beberapa alasan yang menyebabkan itu terjadi, dan untuk itu saya mengajak kita untuk melihat 3 (tiga) hal yang telah menyebabkan hal itu terjadi bagi mereka.

Yang pertama saya percaya bahwa iman mereka telah mengalami pemulihan, tadinya saudara-saudara sekalian Yesus menjelaskan kepada mereka tentang apa yang sudah ditulis dalam Kitab Taurat, Kitab Para Nabi dan juga Mazmur tentang kedatangan Yesus Kristus, kematiannya, kebangkitannya, naik ke surga digenapi. Saudara-saudara sekalian mereka mengerti dan paham betul bahwa apa yang terjadi pada hari itu adalah penggenapan dari Firman Tuhan, dan mereka baru mengerti karena iman mereka telah mengalami pemulihan.

Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam nama Yesus Kristus, mereka juga diberitahukan mengenai hari esok itu bukan urusanmu, hari esok ada di tangan Tuhan. Tuhan mengatakan:

"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.”

Tomorrow is God business, bagi kita today let do as best as we can. Marilah kita melakukan apa yang bisa kita perbuat hari ini tanpa menguatirkan tentang hari esok, sebab hari esok ada di dalam tangan Tuhan. Kalau kita beriman, meyakini bahwa hari esok ada dalam tangan Tuhan, maka saya sangat yakin hari ini kita bersukacita, hari ini kita tidak mengalami keraguan. Itu yang pertama saudara-saudara sekalian.

Yang kedua, pengharapan mereka terbarukan, pengharapan murid-murid diperbaharui saudara-saudara sekalian, tadinya mereka berharap akan Mesias, Raja yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Roma, sekarang pengharapan mereka berubah, mereka memiliki pengharapan pada Raja di atas segala Raja, naik ke surga bertahta atas bumi, dari kekal sampai kekal dan mereka berharap ada tiba waktunya, mereka akan turut memerintah, mereka akan turut menjadi bagian dalam kerajaan Allah itu. Pengharapan mereka bergeser, dari pengharapan duniawi menjadi pengharapan yang kekal, pengharapan Ilahi. Haleluya, puji nama Tuhan.

Dan yang ketiga saudara-saudara sekalian, murid-murid mengalami motivasi mereka dimurnikan, motivasi mereka dimurnikan, apa yang menggerakkan mereka selama ini adalah keinginan pribadi mereka. Harapan-harapan mereka, ada murid yang ingin duduk di sebelah kiri dan kanan Tuhan Yesus ketika Dia akan bertahta, ada murid yang merasa lebih baik daripada yang lain. Saudara-saudara sekalian, motivasi-motivasi itu saudara-saudara sekalian dimurnikan sehingga menjadi berubah menjadi motivasi yang ingin memuliakan Allah, yang ingin berdampak dan menjadi berkat bagi orang lain, motivasi yang sejalan dengan Amanat Agung, menjadi berkat di Yerusalem, di Yudea, bahkan di Samaria, bahkan di seluruh dunia sampai ke ujung bumi. Motivasi yang didorong oleh kasih yang murni kepada Kristus Yesus untuk menjadi berkat bagi banyak orang, bagi orang lain.

Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam nama Yesus Kristus, tiga hal ini yang menyebabkan saya yakin murid-murid telah ditinggalkan oleh Yesus naik ke surga, maka kembalilah mereka ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Dalam masa-masa sulit ini gereja dipanggil kembali untuk menyaksikan kasih Allah dengan perbuatan yang nyata dimana hati yang tertuju di dalam ibadah kepada Allah itu dinyatakan dengan perbuatan tangan kepada sesama. Heart to God, and hand to man, hati yang beribadah kepada Allah, mesti dinyatakan dengan perbuatan melayani sesama kita tanpa diskriminasi.

Saudara, sebagai penutup Lukas mencatat pada bagian paling akhir ayat 53, dari pasal 24: “Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.” Ini merupakan sebuah kesaksian gereja, yaitu orang-orang yang imannya telah dipulihkan, pengharapannya telah terbarukan, dan motivasinya telah dimurnikan. Saya percaya dimanapun anda beribadah pada hari ini, di rumah masing-masing atau di kamar masing-masing, jadikanlah itu sebagai bait Allah bagi saudara-saudara. Memuji, memuliakan Allah, bahkan menaikkan syafaat-syafaat Saudara bagi orang lain. Khususnya pada masa-masa sulit ini, ketika kita diminta untuk diam di rumah, saya berharap kiranya saudara menjadikan tempat dimana saudara beribadah seperti murid-murid Yesus setelah mereka kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita, lalu dicatat mereka beribadah di Bait Allah memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Tuhan kiranya memberkati saudara-saudara sekalian menolong saudara memiliki iman yang dipulihkan, pengharapan yang terbarukan serta motivasi yang dimurnikan. Dengan demikian, apapun keadaannya Saudara mengalami sukacita itu. Karena perpisahan dengan Yesus secara fisik tidak akan menyebabkan kita kehilangan sukacita seperti halnya murid-murid yang ditinggalkan oleh Yesus pada hari itu. Tuhan memberkati saudara-saudara sekalian. Sekali lagi damai sejahtera dan sukacita, bagi kita sekalian. Amin. 

 

Video Mimbar Kristen Ditjen Bimas Kristen Edisi Minggu, 24 Mei 2020

          

Berita Terkait