MIMBAR KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA, Minggu, 12 September 2021

Sabtu, 11 September 2021, 22:06:21 WIB

"MENTALITAS KRISTIANI MENGHADAPI PANDEMI"

( 2 Kor. 8:1-2)

 

Saudara-saudarar pemirsa, Shalom & sangat senang menyapa bapak, ibu dan saudara-saudara semua umat Kristen dimanapun anda berada. Thema yg saya angkat: Mentalitas Kristini menhadapi Pandemi, mari kita baca 2 Kor. 8:1-2.

Saudara- saudara, Alkitab memuat banyak kisah kehidupan manusia, termasuk di dalamnya tentang sejarah masa2 sulit, tentang pandemi (pastilance) yang dialami umat manusia karena berbagai sebab. Kesulitan-kesulitan itu bisa jadi karena sebagai peringatan dari Tuhan, atau bisa karena kebodohan manusia itu sendiri atau bisa juga karena terjadinya perubahan cuaca yang tidak bersahabat.

Saat ini, kita bahkan masih menghadapi pandemi yang bersifat global, tidak ada bangsa atau suku bangsa yang bebas dari petaka ini. Sampai pada awal September ini, sudah lebih dari 219 juta orang yang terpapar covid 19, lebih dari 4,5 juta manusia yang meninggal karenanya. Sungguh hal yang sangat mengerikan, yang terjadi justru di era modern dengan berkembanganya ilmu dan tehnologi yang cangggih. Pandemi ini terjadi pada saat ilmu & technologi kedokteran mengalami kemajuan luar biasa. Tetapi, ironis sekali, virus yang amat kecil itu memporak porandakan semua, termasuk para ahli kedokteran dan para medis, banyak meninggal karenanya.

Duka dan nestapa yang disebabkan oleh virus corona ini, bukan hanya penyakit & kematian, tetapi juga membawa efek domino yang juga amat menyedihkan. Ekonomi makro & mikro mengalami penurunan yang besar. Banyak usaha gulung tikar, karyawan kehilangan pekerjaan & penghasilan. Ekonomi kerakyatan, warung2 kecil, angkringan yang amat populer di Yogyakarta bergelimpangan. Tiba-tiba banyak pengangguran dan kemiskinan merebak karenanya. Anak-anak kita harus sekolah secara daring, yang tidak mudah karena koneksi internet yang tidak stabil, karena gaptek papa mamahnya, karena HP android yang mahal, belum lagi harus beli paket data, dan anak-anak pada bosan sebagainya dan sebagainya. Dengan kata lain, Virus korona ini membawa banyak penderitaan.

Negara-negara, juga harus mengeluarkan banyak uang untuk mengatasi pandemi, menyediakan Rumah Sakit, tempat isolasi, rangsum bagi yang isolasi, harus membeli vaksin utuk seluruh rakyat dst, sedangkan penghasilan negara juga merosot karna uang pajak banyak yang tidak masuk ke kas negara, karena banyak usaha yang bangkrut.

Saudara-saudara, ini situasi kondisi yang kita hadapi sekarang, yang dalam bahasa Alkitab tadi, yang merupakan bagian dari pujian Paulus terhadap jemaat2 di Makedonia, ada 2 hal, yaitu dalam kondisi dicobai dengan penderitaan yang berat (severe trial) dan juga membuat banyak manusia yang menjadi sangat miskin (extreme poverty), namun kita belajar dari jemaat di Makedonia, tidak terpuruk dan frustrasi, tidak mencari jalan pintas dan bunuh diri, dan atau menjadikan baygon sebagai opsi supaya mati, sebaliknya mereka bersuka cita dan bahkan tetap murah hati. Ini adalah suatu sikap hati/ mentalitas mulia, mentalitas Kristiani yang tidak terkalahkan oleh kesulitan atau keadaan. Ini semua karena kasih Karunia Allah (the grace of God) yang diberikan kepada umat-Nya, sehingga mereka mempunyai mentalitas Kristiani yang mengagumkan, tercermin dalam dua hal:
Jemaat-jemaat Makedonia bersuka cita krn, walau dalam kondisi dicobai dengan penderitaan yang berat. Yang menurut para ahli adalah penderitaan karena ketidak adilan, karena penganiayaan. Namun yang luar biasa Jemaat makedonia tidak mau terbenam karena penderitaan. Mereka menghadapi dengan tabah dan bahkan bersukacita karena bila Tuhan ijinkan hal ini, mereka juga percaya Tuhan akan memberikan kekuatan dan jalan keluar, Tuhan sanggup memberikan solusi seperti yang meraka percayai (1 Kor. 10:13). Sukacita yang bertumpu di atas iman kepada Tuhan kepada Tuhan sang pencipta dan pemelihara semesta alam. Sukacita ini adalah ekpresi syukur & optimisme atas kasih karunia Tuhan, ekspresi mulianya hati umat beriman. Tuhan maha Tahu dan maha mendengar, tiada yang tersembunyi di hadapannya. Zaman yg dialami jemaat2 Makedonia itu adalah zaman yang penuh keterbatasan, penguasa dan kelompok masa bisa semena-mena memperlakukan sesama karena berbagai sebab. Apalagi pd zaman itu belum ada demokratisasi, belum ada lembaga resmi yang mengatur dan menegakkan hak azasi manusia di bumi.

Jemaat-jemaat Makedonia, walaupun sangat miskin, extreem poverty, sikap hati dan rasa kemanusiaannya sebagai orang beriman tidak mati. Bahkan mereka menunjukkan sikap murah hati demi sesama, demi pelayanan gereja di dunia ini. Kita ingat Janda Sarpat, yg sedang mengumpulkan kayu bakar, berkatalah Nabi Elia kepadanya: “berikan aku air untuk minum, dengan segra wanita itu pergi mengambil air, tetapi Elia menimpali, juga bawa bagiku sepotong kecil roti bundar... “ Wanita itu menjelaskan bahwa tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli2, aku mencari kayu untuk memasak dan memakannya bersama anakku, lalu setelah itu kami akan mati kelaparan. Tetapi, wanita itu walau amat miskin, dia tetap memberikan sepotong kecil roti bundar bagi nabi Elia. Dan mujizat Tuhan dialami, karena gandum dan minyak itu tdak habis sampai Tuhan memberi hujan di bumi. (1 raja. 17:16) Pada umumnya orang cenderung menjadi egois dan serakah. Bahkan yang mempunyai berlimpah saja tidak rela berbagi, malah banyak yang sdh mempunyai amat banyak masih merasa kurang. Korupsi, mencuri dan memanipulasi demi diri sendiri. Bahkan bantuan sosial dari pemerintah untuk rakyat yang miskin karena pandemi masih ada yang tega untuk mencuri. Ada yang menipu sesama dengan banyak cara, arisan, koperasi simpan pinjam, asuransi dll... sangat menyedihkan. Karena apa yang kita lihat di TV dan yang kita dengar dlm pergaulan, membuat banyak manusia silau dan menjadi serakah dan jahat.

Saudara-saudara yg terkasih, Sangat penting kita meneladani jemaat Makedonia ini dengan hidup yang diwarnai sikap hati & mentalitas mulia orang beriman, mentalitas kristiani. Jangan biarkan kesulitan mematikan kita, hadapi dengan iman, bekerja keras dan dengan sukacita di dalam Tuhan. Jangan pula karena kita kekurangan lalu kita kehilangan rasa kemanusiaan dan menjadi egois dan pelit. Tuhan mengasihi orang yang murah hati dan apa yang kita tabur itulah juga yang akan kita tuai ( 1 Kor. 9:6)

Pandemi masih kita hadapi, sampai kapan, masih mnjd misteri, tetapi yang pasti oleh kasih karunia Allah , kita harus mengahadapi dengan sikap hati, dengan sukacita dan walaupun kita sulit, kita tidak boleh kehilangan kebajikan hidup: yaitu tetap selalu murah hati.

Amin.

Berita Terkait