Menag Hadiri Perayaan Natal 2025 GPdI se-Papua Barat Daya

Minggu, 14 Desember 2025, 20:58:18 WIB

Sorong (DBK)---Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengajak umat beragama menjadikan perayaan keagamaan sebagai momentum memperkuat empati sosial, meneguhkan iman, dan membina generasi masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Perayaan Natal Nasional Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se–Provinsi Papua Barat Daya di Kota Sorong, Sabtu, (13/12).

Menag mengingatkan bahwa kebahagiaan dalam perayaan Natal harus dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama anak bangsa. Di tengah suasana sukacita, umat diajak untuk tidak melupakan saudara-saudara di daerah lain yang belum dapat merayakan Natal dengan leluasa.

“Di tengah kegembiraan kita, mari kita doakan saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan di mana pun berada, yang mengalami musibah bencana, apa pun agama dan etniknya. Jangan sampai kebahagiaan membuat kita lupa pada empati dan solidaritas kebangsaan,” ujar Menag.

Menag menegaskan bahwa empati sosial merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran agama. Menurutnya, ketika nilai-nilai agama benar-benar hidup dalam hati umat, maka dampaknya akan terasa langsung dalam kehidupan sosial, termasuk menurunnya angka kriminalitas.

“Semakin dekat umat dengan agamanya, maka kriminalitas akan menurun. Polisi itu tidak hanya di jalan, tetapi ada di hati dan pikiran manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa rumah ibadah memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan moral masyarakat. Menag membandingkan manfaat rumah ibadah dengan tempat-tempat yang berpotensi merusak moral.

“Mana yang lebih baik, rumah ibadah atau rumah perjudian? Jika orang dekat dengan Tuhan, maka korupsi, pencurian, dan kejahatan lainnya tidak akan terjadi,” katanya.

Dalam konteks ini, Menag menilai perayaan Natal Nasional GPdI sebagai kegiatan keagamaan yang mendekatkan umat kepada Tuhan dan sekaligus memperkuat kesadaran sosial. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan keagamaan yang membangun iman harus mendapat dukungan penuh.

Menag kemudian menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui rumah-rumah ibadah. Ia mengajak para orang tua, pendidik, dan tokoh agama untuk terus membimbing anak-anak agar tumbuh dengan nilai keimanan dan akhlak yang kuat.

“Sebagai orang tua, mari kita ajak anak-anak kita untuk dekat dengan rumah ibadah. Anak-anak yang tampil dan dibina hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan, yang kelak akan mendoakan kita,” ujarnya.

Menag menegaskan bahwa pembinaan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Generasi yang tumbuh dengan nilai agama, menurutnya, akan melahirkan pemimpin yang jujur, adil, dan berintegritas.

Menutup sambutannya, Menag mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat empati, menghidupkan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, dan membina generasi muda secara berkelanjutan.

“Jika empati sosial terjaga, iman mengakar kuat, dan generasi muda dibina dengan baik, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang rukun, aman, dan diberkati Tuhan,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Menag, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Direktur Urusan Agama Luksen Jems Mayor. Hadir juga Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, FORKOPIMDA, Plt. Kakanwil Papua Barat, Wakil Bupati Sorong, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan sekira 5000 umat Kristiani se-Papua Barat Daya.

Berita Terkait