Jakarta (dbk)---Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 dalam sebuah Ibadah Syukur yang menegaskan komitmen menghadirkan firman Tuhan bagi seluruh generasi di Indonesia. Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama, Direktur Urusan Agama Kristen Luksen James Mayor menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang pelayanan LAI sejak berdiri pada 1954.

Dalam sambutan tertulis Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung yang dibacakan pada kesempatan tersebut, disampaikan bahwa 72 tahun merupakan tonggak sejarah yang mencerminkan ketekunan, kesetiaan, dan komitmen LAI dalam melayani gereja dan masyarakat. LAI dinilai telah menjadi mitra strategis gereja dan pemerintah dalam mewujudkan visi “Firman Allah Menjangkau Semua Generasi”.
“Melalui misi menerjemahkan, menerbitkan, dan menghadirkan Firman Allah dalam kemitraan dengan semua pihak, LAI berperan penting memastikan Kitab Suci dapat diakses dan dipahami umat dalam konteks kebudayaan dan bahasa yang beragam,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dirjen Bimas Kristen juga menekankan relevansi firman Tuhan di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi digital, krisis nilai, serta meningkatnya polarisasi sosial dan identitas. Dalam situasi arus informasi yang deras, Alkitab disebut bukan sekadar bahan bacaan rohani, melainkan sumber hikmat yang membentuk cara berpikir, karakter, dan tanggung jawab iman umat dalam kehidupan pribadi, gerejawi, maupun kebangsaan.
Karena itu, peningkatan literasi Kitab Suci menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas kehidupan keagamaan umat Kristen. Literasi Alkitab tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tanpa literasi Kitab Suci yang memadai, umat berisiko mengalami kedangkalan iman dan mudah terpengaruh ajaran yang menyesatkan. Sebaliknya, umat dengan literasi Alkitab yang kuat akan memiliki iman yang dewasa, karakter tangguh, serta tanggung jawab sosial yang tinggi,” tegasnya.
Sejalan dengan sasaran strategis pemerintah, Kementerian Agama menempatkan peningkatan literasi keagamaan sebagai fondasi penguatan iman dan pembentukan karakter. Dalam konteks tersebut, kemitraan antara Ditjen Bimas Kristen dan LAI dinilai sangat strategis, khususnya dalam penyediaan Kitab Suci yang berkualitas, sahih secara teologis, dan kontekstual.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pada tahun 2025 Ditjen Bimas Kristen telah menyalurkan sebanyak 17.000 Kitab Suci melalui kerja sama dengan LAI sebagai lembaga resmi penerjemah Alkitab. Penyaluran ini ditujukan untuk mendukung pembinaan iman umat, pelayanan pendidikan keagamaan, serta penguatan komunitas Kristen di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, pemerintah berharap kemitraan tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan program literasi Alkitab yang terintegrasi dengan pendidikan keagamaan, pembinaan warga gereja, dan pelayanan lintas generasi.
Mengakhiri sambutannya, Dirjen Bimas Kristen menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, staf, relawan, serta mitra LAI atas dedikasi selama 72 tahun pelayanan. Ia berharap LAI terus diberkati dan menjadi sarana agar firman Tuhan semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah bagi kehidupan umat dan bangsa Indonesia.