Perkokoh Kerukunan, Kemenag Dorong Umat Kristen Jadi Agen Perdamaian dan Pelaku Kasih

Sabtu, 31 Januari 2026, 16:13:49 WIB

Depok, (DBK) -- Kementerian Agama memandang bahwa komunitas keagamaan dan organisasi masyarakat berbasis iman memiliki peran strategis dalam memperkokoh kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan kebangsaan, serta menghadirkan agama sebagai sumber nilai moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Nassarudiin Umar yang diwakilkan oleh Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung saat menghadiri Perayaan Natal Forum Komunikasi Nihakeriso Ononiha (FKNO) se-Jabodetabek, Sabtu (31/01/2026).
"Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama, kami terus mendorong penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, layanan keagamaan yang berdampak, serta pengembangan ekoteologi yaitu sebuah kesadaran iman yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian ciptaan Tuhan," kata Dirjen.
"Nilai-nilai inilah yang sangat relevan untuk terus kita hidupi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang kita hadapi bersama," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakan, masyarakat Kepulauan Nias memiliki kekayaan nilai budaya, semangat kekeluargaan, dan keteguhan iman yang telah menjadi bagian penting dari mozaik kebangsaan Indonesia.
"Di mana pun berada, termasuk di wilayah Jabodetabek, saya berharap masyarakat Kepulauan Nias terus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," tuturnya.
Nilai-nilai Kristiani yang hidup dalam perayaan Natal hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata dengan membangun kepedulian sosial, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi bagi kesejahteraan bersama.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Dirjen, Menag juga mengajak seluruh umat Kristen untuk terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan.
"Memasuki tahun baru 2026, saya mengajak seluruh umat Kristen, khususnya keluarga besar FKNO, untuk terus memperkuat peran sebagai agen perdamaian, pembawa harapan, dan pelaku kasih di tengah masyarakat," ujarnya.
Jadikan iman sebagai sumber kekuatan untuk membangun keluarga yang tangguh, komunitas yang peduli, dan bangsa yang bersatu menuju Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat.
"Kiranya perayaan Natal dan syukuran tahun baru ini tidak hanya menjadi ruang peribadatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas, persatuan, dan kebersamaan umat serta tanggung jawab menjaga harmoni dengan sesama dan lingkungan hidup, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Nias yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam menjunjung nilai kekeluargaan, gotong royong, dan keteguhan iman," pungkasnya.

(Humas Bimas Kristen)

Berita Terkait