Subdit Pendidikan Menengah Ditjen Bimas Kristen Gelar Zoom Meeting Penguatan Media Pembelajaran dan Kurikulum SPKK SMTK dan SMAK

Selasa, 16 Desember 2025, 23:54:08 WIB

Jakarta (DBK)---Direktorat Pendidikan, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen melalui Subdirektorat Pendidikan Menengah menyelenggarakan Zoom Meeting tentang Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Canva dan Penyusunan Kurikulum Operasional pada SPKK SMTK dan SMAK, pada Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Menengah, Dr. Santi Yanti Kalangi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan selaras dengan kebijakan kurikulum nasional.

“Pemanfaatan media pembelajaran interaktif dan penyusunan kurikulum operasional yang kontekstual menjadi kebutuhan mendesak agar satuan pendidikan Kristen mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan peserta didik,” ujar Dr. Santi Yanti Kalangi.

Zoom meeting dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 09.00–12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.15–16.00 WIB. Hadir sebagai narasumber Yudhi Priyatna Sitompul, MA, M.Pd, yang memaparkan strategi pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Canva serta langkah-langkah penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) pada SPKK SMTK dan SMAK.

Pada sesi pertama, peserta dibekali pemahaman dan praktik pembuatan media pembelajaran digital yang menarik dan mudah diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Sementara pada sesi kedua, peserta mendapatkan penguatan terkait perencanaan kurikulum operasional yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan Kristen.

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dan guru SPKK SMTK dan SMAK dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen berharap kualitas pembelajaran dan pengelolaan kurikulum di satuan pendidikan Kristen semakin meningkat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.

Berita Terkait