Mengabdi Tanpa Batas: Empat Dekade STT IKAT Mencetak Pelayan Tuhan untuk Nusantara

Kamis, 12 Februari 2026, 18:43:57 WIB

Jakarta (DBK)---Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Direktur Pendidikan Kristen, Suwarsono bersama Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Johni Tilaar hadiri perayaan Dies Natalis ke-40 Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT yang berlangsung di Aula STT IKAT.

Dalam sambutan tertulis Direktur Jenderal Bimas Kristen yang dibacakan oleh Suwarsono, pada kesempatan tersebut, disampaikan rasa syukur atas perjalanan empat dasawarsa STT IKAT yang dinilai telah menunjukkan ketangguhan, konsistensi, dan dedikasi dalam melayani pendidikan teologi, khususnya bagi daerah terdepan, terbelakang, dan tertinggal di Indonesia.

Perayaan Dies Natalis ke-40 ini disebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas kasih dan penyertaan Tuhan yang memampukan STT IKAT bertahan dan bertumbuh di tengah berbagai tantangan zaman. Sejak didirikan empat puluh tahun silam, STT IKAT mengusung visi besar menghadirkan terang pendidikan hingga ke pelosok negeri sebuah panggilan pelayanan yang terus dihidupi hingga kini.

Dirjen Bimas Kristen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen STT IKAT yang tetap setia dalam mendidik hamba-hamba Tuhan yang siap diutus ke daerah pedalaman. Di tengah kecenderungan banyak pihak memilih pelayanan di wilayah perkotaan, STT IKAT justru mengambil peran strategis dalam memperluas jangkauan pendidikan dan pelayanan kemanusiaan ke wilayah yang minim akses.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari fondasi iman yang kuat serta dukungan berbagai pihak, mulai dari yayasan, pengurus gereja, para mitra strategis, hingga para alumni yang tersebar di seluruh pelosok nusantara bahkan mancanegara. Jejaring dukungan yang harmonis ini menjadi kunci keberlanjutan dan relevansi institusi dalam menghadapi tantangan operasional maupun logistik.

Selain menekankan pentingnya pendidikan teologi yang berakar pada spiritualitas mendalam, Dirjen Bimas Kristen juga menyoroti kontribusi STT IKAT dalam memperkuat literasi keagamaan dan semangat kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kementerian Agama memandang STT IKAT sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban yang toleran dan berkeadaban melalui pendidikan keagamaan yang bermutu.

Memasuki usia ke-40 tahun, STT IKAT diharapkan terus berinovasi, khususnya dalam penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi digital, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Harapan besar juga disampaikan agar pengembangan institusi dapat diarahkan menuju universitas yang inklusif, dengan standar kualitas internasional namun tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

“Setiap investasi dalam pendidikan keagamaan adalah investasi bagi masa depan Indonesia yang lebih damai, toleran, dan sejahtera,” demikian pesan yang ditegaskan dalam sambutan tersebut.

Momentum Dies Natalis ini juga menjadi ajakan untuk mempererat sinergi antara kampus, gereja, dan pemerintah dalam satu visi besar membangun peradaban berbasis nilai kasih dan gotong royong. Seluruh civitas akademika didorong untuk terus memegang teguh komitmen pelayanan, menjadi berkat bagi sesama, serta menjaga semangat pengabdian yang telah diwariskan para pendiri.

Perayaan 40 tahun STT IKAT menjadi penanda kedewasaan sebuah lembaga pendidikan teologi yang telah melewati berbagai dinamika dan tetap berdiri teguh di atas dasar iman. Dengan semangat baru, STT IKAT diharapkan terus menjadi mata air pengetahuan dan kebenaran bagi generasi penerus bangsa.

Berita Terkait