Dirjen Bimas Kristen Tekankan Kepemimpinan yang Melayani pada Wisuda STT Pelita Dunia

Sabtu, 24 Januari 2026, 23:01:48 WIB

Tangerang (DBK) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, menegaskan pentingnya model kepemimpinan yang melayani dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Wisuda Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pelita Dunia yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Dirjen menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan, dosen, dan seluruh sivitas akademika STT Pelita Dunia atas dedikasi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum perayaan atas proses transformasi karakter para mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Kepada para wisudawan, gelar akademik yang diraih bukan hanya simbol prestise, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan ilmu yang berdampak nyata bagi sesama,” ujarnya.

Mengangkat tema wisuda “Kepemimpinan yang Melayani, Bukan Dilayani”, Dirjen menekankan bahwa kepemimpinan sejati harus berakar pada kerendahan hati dan ketulusan, sebagaimana teladan Yesus Kristus. Beliau mengajak para lulusan untuk menjadi pemimpin yang siap melayani, terutama di tengah masyarakat majemuk yang rentan terhadap polarisasi dan krisis karakter.

Dirjen juga menyoroti peran strategis lulusan STT Pelita Dunia sebagai kompas moral bangsa, agen moderasi beragama, serta penggerak ekoteologi yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Indonesia sebagai rumah bersama, katanya, harus dijaga dengan semangat inklusivitas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen turut menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Kristen melalui berbagai program strategis, antara lain peningkatan kesejahteraan dosen, akreditasi institusi, penegerian PTKK, pengembangan kapasitas SDM, program beasiswa S2 dan S3, serta dukungan penelitian akademik.

“Semua ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan pendidikan tinggi keagamaan Kristen mampu berkontribusi nyata bagi bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kepada orang tua dan wali wisudawan, Dirjen menyampaikan penghargaan atas doa dan pengorbanan yang telah mengantarkan putra-putri mereka meraih keberhasilan. Sementara kepada para wisudawan, beliau berpesan agar terus belajar, menjaga integritas, dan menjadi terang di tengah masyarakat.

“Hiduplah sebagai pelita yang memberi terang, bukan api yang menghanguskan perbedaan. Jadilah jembatan keadilan sosial dan kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.

Berita Terkait