Menag Launching Buku Ekoteologi dan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta pada Natal Kemenag 2025

Selasa, 30 Desember 2025, 19:49:39 WIB

Jakarta (DBK)— Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen secara resmi meluncurkan Buku Ekoteologi hasil kerja sama dengan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (BMPTKK) serta Panduan Kurikulum Berbasis Cinta yang disusun bersama Majelis Pendidikan Kristen (MPK). Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada perayaan Natal Kementerian Agama 2025 bertajuk “Festival Kasih Nusantara”, Senin, (29/12/2025).

Acara yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Kementerian Agama ini berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan dihadiri oleh sekitar 2.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, pendidik, serta pemangku kepentingan lintas denominasi dan lintas iman.

Peluncuran tersebut turut didampingi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Suparman, serta pengurus BMPTKK dan MPK sebagai mitra strategis dalam penyusunan buku dan panduan kurikulum.

Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menyampaikan bahwa Buku Ekoteologi diharapkan menjadi referensi penting bagi perguruan tinggi keagamaan Kristen, pendidik, dan pelayan gereja dalam menumbuhkan kesadaran iman yang peduli terhadap kelestarian ciptaan Tuhan. Sementara itu, Panduan Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk memperkuat praktik pendidikan Kristen yang menekankan nilai kasih, perdamaian, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Festival Kasih Nusantara sebagai rangkaian Natal Kemenag 2025 menjadi ruang perjumpaan dan perayaan iman yang menegaskan semangat persaudaraan, kebangsaan, dan moderasi beragama. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Natal Kemenag tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga momentum penguatan komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang rukun, adil, dan berkelanjutan.

Berita Terkait