Implementasi Program Kemenag Berdampak, IAKN Ambon Gelar Pendampingan Konseling Anak LPKA Kelas II Ambon
Rabu, 20 Mei 2026, 21:58:27 WIB

Ambon (DBK) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama terus mendorong perguruan tinggi keagamaan Kristen untuk memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Komitmen tersebut tercermin melalui kegiatan Pendampingan Konseling Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon yang dilaksanakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon pada Selasa (20/5/2026).

Kegiatan ini adalah implementasi program Kemenag Berdampak di mana pendidikan keagamaan tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Melalui pendekatan psikososial dan pendampingan spiritual, civitas akademika IAKN Ambon hadir memberikan penguatan mental, spiritualitas, dan motivasi hidup bagi anak-anak binaan. Program ini sejalan dengan arah kebijakan Ditjen Bimas Kristen Kemenag dalam memperkuat transformasi pendidikan keagamaan yang humanis, inklusif, dan responsif terhadap persoalan sosial.
.jpeg)
Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Keagamaan IAKN Ambon, Johan R. Marlisa, menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir menjawab persoalan sosial masyarakat, termasuk dalam ruang pembinaan anak.
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin yang dilakukan IAKN Ambon menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus keagamaan dalam membangun ketahanan mental dan karakter generasi muda.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, mengapresiasi keterlibatan aktif IAKN Ambon dalam mendukung proses pembinaan anak melalui pendekatan kemanusiaan.
“Intervensi seperti ini yang kami butuhkan. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembinaan fisik dan keterampilan, tetapi juga resiliensi mental agar mereka siap kembali ke masyarakat,” ujar Manuel.
Para anggota binaan dibekali dengan materi tentang konseling kelompok sebagai sarana membangun resiliensi anak binaan, dilanjutkan dengan pendampingan spiritual yang menekankan pemulihan nilai diri, harapan hidup, dan kesiapan kembali ke lingkungan sosial.
Pendekatan holistik yang memadukan aspek psikologi dan spiritualitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dari penguatan layanan pendidikan keagamaan Kristen yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Berita Terkait
- STT Bethel Indonesia Jakarta Gelar Sosialisasi Pengajuan Jabatan Fungsional Dosen
- Bukan Sekedar Prestise, Dirjen Bimas Kristen Harapkan Guru Besar Teologi Lahirkan Gagasan Nyata
- Dirjen Bimas Kristen Audiensi dengan Menteri Agama dan Serahkan Buku Teologi Moderasi Beragama
- Perjanjian Kerja Sama STAKPN Sentani dan Kementerian Agama Kabupaten Sarmi Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pelayanan Keagamaan
- Penuh Syukur, SMTK Tunas Harapan Arma Gelar Kelulusan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali