Kemenag Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional 2026, Usung Misi Ekoteologi dan Gerakan Ramah Lingkungan

Sabtu, 23 Mei 2026, 14:23:43 WIB

Manokwari (DBK)—-Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Langkah strategis ini disinkronisasikan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) antara Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor, bersama Plt. Kakanwil Kemenag Papua Barat, Barnabas Dowansiba, pada Sabtu (23/5/2026).

Rakor tersebut juga turut dihadiri oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik serta Kepala Bidang Pendidikan Kristen Kanwil Kemenag Papua Barat. Agenda utama rakor difokuskan untuk meninjau peta kesiapan, memperjelas pembagian tanggung jawab di tingkat daerah, serta mengonsolidasikan dukungan penuh dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Papua Barat demi menyukseskan agenda berskala nasional tersebut.

Dalam pemaparannya, Plt. Kakanwil Kemenag Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menyampaikan laporan berkala mengenai progres persiapan di lapangan. Barnabas juga secara khusus memohon arahan serta masukan strategis dari jajaran pimpinan pusat agar implementasi program di daerah berjalan linier dengan kebijakan nasional.

"Sebagai instansi yang dipercaya menjadi perpanjangan tangan tuan rumah di daerah, kami memegang komitmen penuh untuk mengawal ketat setiap tahapan persiapan. Fokus kami tidak hanya pada aspek teknis perlombaan, melainkan juga faktor-faktor pendukung di luar kompetisi yang justru menjadi kunci utama kesuksesan acara. Kami sangat mengharapkan arahan strategis dari pusat agar seluruh rancangan agenda lokal selaras dengan visi nasional," ujar Barnabas.

Satu hal yang membedakan gelaran kali ini, Pesparawi Nasional XIV dirancang tidak sekadar sebagai ajang kompetisi seni suara gerejawi. Lebih dari itu, perhelatan akbar ini diproyeksikan sebagai implementasi nyata dalam mendukung program strategis nasional, Asta Cita. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengarusutamaan isu kelestarian lingkungan hidup berbasis penguatan konsep Ekoteologi di sepanjang pelaksanaan acara.

Kesepakatan komprehensif ini diambil sebagai bentuk kontribusi konkret lembaga keagamaan dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan mengelola kawasan kegiatan secara berkelanjutan. Gerakan ramah lingkungan ini akan digulirkan secara masif dengan melibatkan partisipasi aktif dari pelbagai lini, mulai dari internal pegawai Kanwil Kemenag Papua Barat, jaringan satuan pendidikan dan sekolah-sekolah, hingga menjangkau seluruh panitia serta delegasi peserta lomba dari berbagai daerah.

"Pesparawi kali ini mengemban misi yang multidimensional. Di satu sisi, perhelatan ini adalah momentum selebrasi seni dan spiritualitas, namun di sisi lain, wajib memberikan kontribusi riil terhadap perlindungan alam. Melalui pengejawantahan ekoteologi, kita sedang menunaikan mandat negara untuk menjaga bumi. Keterlibatan aktif seluruh jajaran Kemenag Papua Barat hingga institusi pendidikan menjadi bukti nyata bahwa umat dan lembaga keagamaan siap menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan gerakan ramah lingkungan," tegas Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor.

Melalui keterpaduan program yang matang serta soliditas yang kuat di antara jajaran pusat dan daerah, Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi cetak biru (role model) bagi penyelenggaraan perhelatan keagamaan modern di Indonesia. Sebuah ajang yang tidak hanya sukses memupuk nilai-nilai spiritual, tetapi juga selaras, ramah, dan berdampak positif bagi kelestarian alam nusantara.

Berita Terkait