Ditjen Bimas Kristen: Gereja dan Pendeta Punya Peran Strategis Bangun Karakter Bangsa
Jumat, 29 Agustus 2025, 15:57:07 WIB

Jakarta, (DBK) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI menegaskan pentingnya peran gereja melalui para pendeta dalam membangun karakter bangsa. Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Pembekalan Pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Tingkat Pratama dan Madya, di Jakarta, Kamis, (28/08/2025).
Menurut Dirjen, di era digital ini, tantangan kehidupan masyarakat semakin kompleks. Namun, gereja tetap dapat menjadi agen transformasi sosial melalui penguatan karakter jemaat yang berakar pada firman Tuhan, keteladanan hidup, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
“Sebagai pendeta GPIB, mari kita menjawab panggilan Tuhan untuk membangun karakter jemaat yang tidak hanya berdampak di dalam gereja, tetapi juga di tengah masyarakat dan bangsa. Inilah yang dimaksud Yesus sebagai terang dan garam dunia,” ujar Dirjen.
Dalam paparannya, Dirjen menjelaskan bahwa karakter merupakan jati diri seseorang yang terbentuk dari nilai, kebiasaan, dan sikap yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. “Karakter yang kuat akan melahirkan tindakan yang berintegritas, sedangkan kegagalan menjaga hati dapat menghasilkan perilaku yang menyimpang,” jelasnya.
Karakter Kristen, lanjutnya, bertujuan untuk mencerminkan Kristus dalam seluruh aspek kehidupan, baik pribadi maupun komunal.
Dirjen juga menekankan peran utama gereja melalui para pendeta dalam membangun karakter bangsa, yaitu, menjadi suara moral bangsa untuk menegakkan keadilan, kasih, dan kebenaran, membina kaum muda agar memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman, juga membimbing umat untuk hidup sesuai nilai-nilai Kristiani, seperti kejujuran, kasih, dan tanggung jawab.
Menurut Dirjen, seorang pendeta harus menjadi teladan nyata bagi jemaat. Keteladanan tersebut tercermin dalam kehidupan keluarga, integritas, pelayanan, manajemen keuangan, perkataan, perilaku, spiritualitas, gaya hidup, hingga kepemimpinan.
“Bagaimana mungkin seorang pendeta membentuk karakter orang lain jika karakternya sendiri belum beres? Karena itu, membangun karakter harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Dirjen mengingatkan agar gereja tidak menyerupai dunia, tetapi terus bertransformasi dalam pembaharuan budi sesuai firman Tuhan.
“Gereja melalui para pendeta harus menjadi agen pembentuk karakter Kristus. Jika tidak, dunia yang akan mengambil alih tugas itu. Pilihan ada di tangan kita,” pungkas Dirjen.
Berita Terkait
- Pesparawi 2026 Digelar Ramah Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan
- Bimas Kristen Ajak Gereja Wujudkan Damai Sejahtera bagi Seluruh Ciptaan pada HUT ke-76 PGI
- Tinjau Venue Pesparawi XIV, Dirjen Bimas Kristen Tekankan Kesiapan Total
- Ditjen Bimas Kristen Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional 2026, Usung Misi Ekoteologi dan Gerakan Ramah Lingkungan
- Pesparawi Nasional XIV: Ditjen Bimas Kristen Dorong Perayaan Iman yang Berdampak bagi Papua dan Indonesia
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 1982 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali